SANDWICH GENERATION

Saat saya SMP, orang tua saya selalu menekankan supaya kami anak2nya rajin belajar untuk kepentingan masa depan kami sendiri, bukan untuk mereka. Saya belum mengerti saat itu, yang saya tahu saya lebih suka nonton film kartun atau baca novel atau buku cerita dibandingkan belajar.

Sekarang saya sadar kalau maksud dari orang tua saya itu adalah anak bukan menjadi suatu investasi buat mereka, yang akan membiayai mereka jika mereka sudah tua (tidak produktif lagi) nanti. Logika mereka sudah sampai pada tahap pemutusan rantai dengan apa yang disebut /sandwich generation/.

/*Sandwich Generation*/ adalah generasi dimana seseorang menanggung orang tua sekaligus juga menanggung anak-anak mereka. Orang tua saya masuk dalam kategori ini, karena totally orang tua saya membiayai kehidupan nenek saya (100%).

Berdasarkan googling, data tahun November 2008, di Amerika ada sejumlah 20 juta orang yang masuk dalam generasi ini. Jika saja negara Amerika yang sudah memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi, bagaimana dengan Indonesia ?

Okay, tidak usah jauh-jauh, jika Anda sudah berkeluarga dan sudah punya anak..coba cek post pengeluaran perbulan. Apakah ada post khusus untuk kiriman sama orang tua dan rutin ? Jika Anda tidak mengirim uang, apakah orang tua Anda tidak bisa memenuhi kebutuhannya ?

Jika jawabannya iya, artinya Anda termasuk dalam sandwich generation ? Terus lihat disekitarmu, berapa banyak orang yang pernah “mengeluhkan” pengeluaran yang berat karena selain menanggung keluarga sendiri juga masih harus menanggung orang tua. Apalagi jika orang tuanya sudah sakit-sakitan.

Bagaimana rasanya ? Apakah semua selalu bisa berjalan dengan mulus ? Jika ya…how lucky you are…

Waktu jalan-jalan ke Gili Trawangan, Lombok, saya mengambil tour keliling gili. Dalam tour itu beberapa ibu-ibu (sudah nenek mungkin ya, karena sudah cukup tua tapi masih fit), dengan pakai baju renang asik bersnorkling ria. Mereka semua warga negara asing (kebanyakan warga negara Eropa).  Pemandangan ini juga saya temukan saat ambil tour ke Phuket, Thailand.


<http://drkeuangan.files.wordpress.com/2011/10/pesiar.jpg>

Waw..keren…pikirku. Kalo saya suatu saat nanti sudah berumur seperti mereka, bisa enggak ya menikmati hidup seperti mereka. Bersnorkling ria ke kepulauan Karibia…atau ke Maladewa atau Hawai lah. (kejauhan ya angan2nya…enggak lah ! Everything is possible kok).

Kenapa mereka bisa begitu ya ? Dimasa pensiun mereka, bisa menikmati hidup dan jalan-jalan jauh dari negara mereka ? Dibiayain sama anak mereka ? *saya pikir enggak*

Mereka pasti sudah menabung dan investasi di masa muda untuk masa pensiun (non produktif) mereka. Dan yang pasti mereka tidak menciptakan anak Sandwich Generation.

Nah mau seperti mereka tadi atau mau menciptakan sandwich generation ?

Kita masih punya waktu banyak….

Ayo mari kita mulai dari dini.

salam money n love,

uliel siregar
www.moneynlove.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s