BIJAKSANA DENGAN KARTU KREDIT

http://personalfinance.kontan.co.id/news/Bijak-pakai-kartu-kredit/2011/12/21

Maraknya tawaran kartu kredit dan kemudahan dalam mengajukan aplikasi kartu kredit membuat masyarakat ingin memiliki kartu kredit. Katanya kalau sekarang tidak punya kartu kredit berarti ketinggalan jaman. Seseorang yang memiliki kartu kredit sebaiknya telah paham dengan hak dan kewajiban sebagai pemegang kartu kredit. Beberapa keuntungan atau hak yang didapatkan pemegang  kartu kredit diantaranya adalah:

  1. Discount di merchand tertentu;
  2. Bunga 0% untuk pembelian barang atau jasa tertentu;
  3. Tidak perlu membawa uang cash dalam jumlah banyak;
  4. Mengetahui berapa besar bunga kartu kredit untuk belanja sebesar 3,25% – 3,5% per bulan (39%-42% per tahun) dan bunga tarik tunai sebesar 4% perbulan atau 48% per tahun;
  5. Mendapatkan informasi tagihan secara lengkap, akurat, dan informatif serta dilakukan secara benar dan tepat waktu.

Sedangkan kewajiban pemegang kartu kredit adalah:

  1. Membayar annual fee tiap tahun;
  2. Melunasi tagihan sebelum jatuh tempo;
  3. Membayar bunga kartu kredit yang jika nasabah tidak melunasi tagihanya sebelum jatuh tempo;
  4. Membayar bunga atas biaya materai;
  5. Membayar biaya keterlambatan atau penalti.

Jika nasabah mengetahui hak dan kewajibannya sebagai pemegang kartu, niscaya nasabah tidak akan mengalami kesulitan dalam pembayaran tagihan kartu kreditnya. Tapi sebagian masyarakat kita terlanjur mempersepsikan kartu kredit sebagai kartu utang, bukan sebagai kartu plastik yang dapat digunakan untuk memudahkan pembayaran. Perilaku nasabah yang seperti ini menjadikan utangnya semakin menumpuk dan kesulitan dalam melakukan pelunasan.

Sejatinya kartu kredit adalah pinjaman berisiko tinggi karena tidak melalui syarat pinjaman yang lazim berlaku. Antara lain tanpa memiliki jaminan dan proses yang mudah.  Oleh karena itu perbankan mengenakan bunga yang cukup tinggi sebagai kompensasi jika terjadi write off akibat gagal bayar. Bank penerbit kartu terkadang tidak transparan atas pengenaan bunga kartu kredit, bahkan bank bisa menerapkan metode perhitungan bunga berbunga atau compounding interest. Jika metode itu yang digunakan maka akhirnya saldo utang nasabah akan semakin besar.

Agar Anda tidak bermasalah dengan kartu kredit, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebagai nasabah kartu kredit:

  1. Pastikan jika Anda menggunakan kartu kredit, anda sudah mempunyai saldo yang cukup untuk melakukan pembelanjaan kartu kredit tersebut. Jangan sampai anda sebenarnya tidak punya uang namun Anda memaksa belanja menggunakan kartu kredit, karena sebenarnya Anda tidak layak untuk melakukan pembelanjaan tersebut.
  2. Pastikan Anda membayar lunas dan sebelum jatuh tempo atas tagihan kartu kredit Anda, karena dengan begitu Anda tidak akan terkena bunga atas tagihan Anda
  3. Jika Anda tidak dapat membayar lunas beberapa tagihan kartu kredit Anda. Sebaiknya Anda STOP pemakaian kartu kredit Anda. Selanjutnya Anda cepat lunasi beban tersebut atau lakukan pembayaran bertahap  pada kartu kredit Anda yang bunganya tertinggi atau pada tagihan yang paling besar jika bunganya sama. Perlu diperhatikan pembayaran ini harus Anda bayar diatas minimum payment dan dengan jumlah yang sama tiap bulannya sampai dengan lunas.

Misalnya Anda mempunyai 2 tagihan kartu kredit dengan rincian tagihan kartu kredit A sebesar Rp.8.000.000,00 dengan suku bunga 4% dan tagihan kartu kredit B sebesar Rp.4.000.000,00 dengan suku bungan 3,5%.

Maka contoh metode pembayaran cicilan kartu kredit Anda adalah dapat seperti ini

Bulan ke-

Pembayaran Minimum

Sisa Hutang

KK A

KK B

KK A

KK B

1

    1,100,000

      400,000

   6,900,000

   3,600,000

2

    1,100,000

      400,000

   5,800,000

   3,200,000

3

    1,100,000

      400,000

   4,700,000

   2,800,000

4

    1,200,000

      300,000

   3,500,000

   2,500,000

5

    1,250,000

      250,000

   2,250,000

   2,250,000

6

    1,250,000

      250,000

   1,000,000

   2,000,000

7

    1,000,000

      500,000

 LUNAS

   1,500,000

8

                    –

   1,500,000

                  –

 LUNAS

*) untuk mempermudah perhitungan tidak menggunakan bunga

Dari contoh diatas dapat dihitung bahwa utang kartu kredit A dengan  bungan 4% lunas pada bulan ke 7 dan kartu kredit B dengan bunga 3,5% lunas pada bulan ke 8.

Selain hal tersebut diatas, ada beberapa prinsip yang Anda gunakan dalam berhutang:

  1. Gunakan hutang untuk  kebutuhan hutang produktif bukan hutang konsumtif.

Hutang produktif adalah hutang yang digunakan untuk membeli asset yang akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu, atau asset tersebut akan menghasilkan pendapatab yang sama atau lebih besar dari cicilan hutang.

Contoh : kredit pemilikan rumah (KPR), kepemilikan logam mulia (KLM), kredit kendaraan bermotor (KKB)

  1. Untuk rasio cicilan hutang sebaiknya tidak boleh melebihi 35% dari penghasilan utama pencari nafkah (bukan penghasilan gabungan suami + istri)

Contoh :

Penghasilan suami Rp.8.000.000,00

Penghasilan istri Rp.5.000.000,00

Total penghasilan Rp.13.000.000,00

Maka rasio yang ideal untuk hutang adalah Rp.2.800.000,00 (35%XRp.8.000.000,00)

Bukan Rp.4.550.000,00 (35%XRp.13.000.000,00)

Karena jika suatu waktu istri tidak dapat bekerja lagi karena hamil ataupun PHK maka hutang tidak membebani keuangan keluarga.

  1. Gunakan kartu kredit untuk kemudahan transaksi bukan untuk kartu utang.

Karena Anda akan membeli barang/jasa lebih mahal 1,5 kali lipatnya jika Anda mencicilnya selama 1 tahun.

  1. Jangan menukar hutang kartu kredit atau hutang tanpa jaminan dengan hutang yang menggunakan jaminan.

Hutang dengan jaminan memiliki konsekuensi Anda akan kehilangan asset jika Anda tidak dapat membayar hutang-hutang Anda.

Masih berpikir untuk berhutang?? Gunakan hutang Anda untuk hutang produktif.

Iklan

2 thoughts on “BIJAKSANA DENGAN KARTU KREDIT

  1. Ping-balik: Wise by Credit Card

  2. Ping-balik: CEK KESEHATAN KEUANGAN BAGIAN 2 « Pandji Harsanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s