Perencanaan Keuangan untuk para Single (Lajang)

“Saya lajang, saya tidak perlu Perencanaan Keuangan”

pernyataan di atas adalah pernyataan yang keliru broderrr, bahkan para single lebih memerlukan perencanaan keuangan daripada yang sudah menikah. Gak percaya? Baca terus sampek bawah yeee,,,

Definisi lajang disini adalah jika anda tidak menikah, anda tidak memiliki anak, dan tidak memiliki tanggungan dalam keluarga anda. Tanggungan disini bersifat luas lho, bisa orang tua, keponakan yang berada dalam pengasuhan anda, dll. Apakah anda single seperti definisi di atas? kalo ya, lanjutttttt

Orang menikah dengan orang lajang mempunyai masalah yang berbeda, well dengan pilihan yang berbeda kita juga menghadapi masalah yang berbeda. The point is whether you’re married or not, problems and troubles still comes to you pals.

Hal yang sering ditanyakan oleh para klien lajang adalah

“Jika saya menjadi cacat, siapa yang akan mengurusku ?”

“Misalkan saya punya stroke dan tidak bisa mencapai telepon. Siapa yang akan tahu? “

“Misalkan aku berakhir di rumah sakit selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu. Siapa yang akan mengumpulkan mail saya, membayar tagihan, dan mengurus kucing saya? “

“Untuk siapa saya meninggalkan kekayaan saya?”

Banyak orang berpikir bahwa perencanaan keuangan tidak penting bagi para lajang karena mereka hanya perlu memikirkan diri mereka sendiri, tidak ada pasangan atau anak-anak untuk dinafkahi dan dipenuhi kebutuhannya. Namun pada kenyataannya, tidak adanya keluarga dekat malah membuat lebih penting bagi para lajang untuk terlibat dalam perencanaan yang komprehensif. Seorang lajang harus menghadapi setiap masalah finansial sendirian, tidak ada bantuan langsung dari pasangan. Jadi, berikut adalah beberapa strategi untuk lajang untuk dipertimbangkan.

Lajang harusnya mempunyai uang banyak karena uangnya utuh, tidak ada kebutuhan untuk kebutuhan rumah tangga dan anak-anak (otomatis belum mikirin biaya pendidikan dan biaya pernikahan). Kenyataannya adalah banyak lajang yang boros, penghasilan bulanan hanya sisa dikit bahkan habis sama sekali. Kenapa bisa begitu??? Menurut pengamatan kami, justru para lajang mempunyai biaya “kenakalan” yang tinggi. Biaya nongkrong, beli gadget, travelling, makan di restoran, baju, dll merupakan komponen-komponen biaya “kenakalan” tersebut. Karena merasa tidak mempunyai tanggungan (anak) maka lajang cenderung boros dan tidak perhitungan dalam mengeluarkan uang.

Tapi jangan lupa, baik lajang maupun menikah suatu saat sama-sama akan pensiun juga. Ini yang sering terlupakan, “mempersiapkan dana pensiun”. Jadi saat lajang kita harus secara maksimal mempersiapkan dana pensiun kita. Juga berbicara dengan seorang penasihat keuangan, yang dapat membantu Anda merancang rencana tabungan untuk menjamin kemandirian finansial Anda. Semakin awal nyiapin pensiun, semakin kecil dana yang anda sisihkan.

Jika Anda tidak mampu untuk pensiun hari ini, Anda perlu asuransi cacat tetap. Biasanya asuransi ini diberikan oleh pemberi kerja, namun untuk jaga-jaga lebih ditanyakan detil kepada pemberi kerja apakah fasilitas tersebut disediakan oleh perusahaan tempat anda bekerja. Asuransi ini menjaga diri kita apabila ada risiko menjadi cacat tetap dan tidak mampu bekerja. Lajang sebenarnya belum perlu asuransi jiwa, karena tanpa keluarga/tanggungan, kematian Anda tidak akan menyebabkan kesulitan keuangan kepada tanggungan yang ditinggalkan.

Apakah Anda bertanya-tanya apa yang mungkin terjadi jika Anda mengalami kecelakaan di rumah Anda? Tidak jarang orang yang mengalami sakit atau kecelakaan di rumah namun tidak ada yang tau, sehingga terlambat diketahui. Nyawa seseorang yang seharusnya dapat diselamatkan menjadi tidak terselamatkan karena terlambat dalam penanganan. Orang pertama yang melihat kemungkinan seperti itu adalah orang yang paling dekat dengan anda, yaitu keluarga apabila masih tinggal bersama keluarga, teman kontrakan/kos, teman kerja dll. Berilah mereka kunci cadangan kamar/rumah anda, agar mereka dapat memeriksa keadaan anda apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Masalah muncul pada saat sang lajang berurusan dengan rumah sakit dan dalam kondisi yang membuat mereka tidak mampu memberikan instruksi kepada tenaga medis. Lajang yang tinggal dengan keluarga tidak mempunyai masalah dengan hal tersebut, karena biasanya dihandle oleh keluarga. Bagaimana dengan lajang rantau yang tinggal di rumah kontrakan/kos? Anda dapat mengantisipasi skenario ini dengan memberikan kuasa hukum pada teman dekat atau orang terpercaya lainnya untuk masalah keuangan dan perawatan kesehatan. hal ini memungkinkan orang lain untuk membuat keputusan penting untuk Anda jika Anda tidak mampu melakukannya sendiri.

Tapi pilihlah orang ini dengan hati-hati, karena Anda memberikan akses hukum penuh untuk aset Anda. Itu sebabnya seorang pengacara juga sangat penting.Pengacara itu juga akan membantu Anda konsep wasiat. Pertanyaan kunci: Siapa yang Anda ingin menerima aset Anda setelah Anda meninggal – saudara jauh, teman, dan / atau amal?

Singles need planning, but you don’t have to go it alone.

*terjemahan bebas dari artikel di http://www.ricedelman.com

sumber : http://devinorizki.com/2011/11/03/perencanaan-keuangan-untuk-para-single-lajang/

Iklan

5 thoughts on “Perencanaan Keuangan untuk para Single (Lajang)

  1. ulasan yang menarik dan sangat membuka pencerahan
    Saya masih termasuk single tetapi masih awam dengan urusan investasi,asuransi,dsb.
    Pernah ditawarin teman untuk ikutan reksadana, tpi saya masih belum yakin.
    Selama ini pola pikir saya hanya terpaku untuk menabung, Alhamdulillah tiap bulan saya masih bisa menyisakan 2,5 jt utk ditabung.
    saya tertarik untuk investasi LM dengan separuh tabungan yang ada, apakah ini tepat? atau ada saran lain dari Mas Pandji?
    saya jg berencana untuk menyimpan di safe deposit bank (SDB), tetapi kendala dengan tempat saya bekerja di areal perkebunan. Apakah semua cabang bank punya SDB?
    Terima kasih sebelumnya 🙂

  2. Dear Ibu Rani,
    terimakasih sudah mengunjungi dan membaca beberapa tulisan saya di blog ini.
    mengenai 2 pertanyaan Ibu, saya coba untuk menjawabnya.
    1. Alhamdulillah tiap bulan saya masih bisa menyisakan 2,5 jt utk ditabung.
    saya tertarik untuk investasi LM dengan separuh tabungan yang ada, apakah ini tepat? atau ada saran lain dari Mas Pandji?
    untuk investasi saya selalu sarankan untuk:
    – Apa Tujuan Keuangan Anda?
    Jika Anda sudah tau apa tujuan keuangan Anda, maka saya akan merekomendasikan action plan apa yang harus Anda lakukan. saya bisa saja bilang bahwa investasi LM sebesar 1,25 juta adalah tepat, namun saya sendiri tidak tahu apa tujuan Anda berinvestasi. jadi rekomendasi saya tidak akan menjadi tepat. sebaiknya buat tujuan keuangan yang spesifik nilainya dan kapan Anda ingin mencapai tujuan itu.
    – Apa Profil risiko Investasi Anda?
    – Apakah Anda sudah memahami mengenai berbagai macam risiko investasi? LM contohnya (karena tidak selamanya Anda akan mendapatkan harga LM selalu naik)

    2. Apakah semua cabang bank punya SDB?
    – mengenai hal ini, saya pun tidak mengetahui spesifik dimana Anda berada di kota apa?
    – Agar dapat menjawab pertanyaan ini, sebaiknya Anda langsung datang ke Bank-bank terdekat yang ada di kota Anda yang menyediakan SDB.

    Saya harap untuk pertanyaan pertama, silahkan Anda hubungi kantor saya di Moneynlove Telp. +62 21 3483 2707 atau nomor pribadi saya.
    Dengan senang hati Saya siap membantu Ibu Rani.

    Salam
    Pandji Harsanto

  3. Maaf mas, baru sempat balas lagi.
    saat ini saya bekerja di perkebunan di Lampung dan jujur saja saya masih awam dengan pertanyaan pertama dari Mas Pandji mengenai tujuan keuangan,profil resiko investasi,dll.
    Saya hanya ingin punya tujuan agar kelak tidak menjadi “sandwich generation” seperti yang pernah dibahas pada artikel yang lain.(Maaf..mungkin ini juga masih terlalu umum ya?)
    Senang sekali jika saya bisa berkonsultasi, tetapi bisa via email?karena keterbatasan waktu dan kesempatan untuk kontak via telp.
    Terima kasih 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s