Wedding on Budget

 

Selain mental, kesiapan dana adalah kunci utama suksesnya pesta pernikahan impian Anda. Agar tak terjadi kekurangan atau over budget, lakukanlah perencanaan dengan matang.

“Setiap pengeluaran dan biaya penting untuk direncanakan. Tujuannya, agar tidak over budget dan tidak membebani pengeluaran setelah pesta pernikahan. Maka berapapun biaya untuk pernikahan, walaupun sederhana, wajib dihitung,” ujar pakar keuangan independen, Pandji Harsanto.

Namun Pandji mengingatkan, sebelum Anda jor-joran mengalokasikan tabungan untuk pesta pernikahan, ingatlah bahwa ada banyak kebutuhan lain menanti. Karena pasangan yang telah menikah hendaknya mandiri secara finansial, tidak lagi tergantung pada orang tua atau siapapun. Maka Anda berdua harus pula memikirkan dimana akan tinggal dan bagaimana memenuhi kebutuhan setiap bulannya, apalagi jika langsung dikaruniai keturunan.

 

Keinginan atau Kebutuhan?

Dengan berpegang pada prinsip di atas, Anda bisa melanjutkan membuat daftar keperluan beserta anggarannya, seperti: Biaya pernikahan di KUA, Mahar atau mas kawin, Sewa gedung, catering, Dokumentasi, Baju Pernikahan, Upacara Adat, MC dan entertainment, Souvenir, Foto Pre wedding, Undangan.

Anda perlu waspada, karena biasanya ada hal tidak penting yang kemudian dianggap penting saat penyusunan anggaran pernikahan tersebut. Dengan kata lain, keinginan lebih sering dijadikan alasan pembenaran sebagai kebutuhan pernikahan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu dihindari seperti:

Memesan jumlah makanan yang terlalu banyak dari jumlah yang diundang. Untuk makanan sebaiknya lebih utamakan kualitas, bukan kuantitas.

 

Menabung 1 – 3 Tahun Sebelumnya

Lebih lanjut Pandji menjelaskan, dana yang disiapkan untuk pernikahan adalah memang dana yang ditabung secara khusus untuk melangsungkan pernikahan. “Wajarnya menabung untuk dana pernikahan bisa satu sampai tiga tahun. Caranya, bisa dengan menabung logam mulia (LM) dan reksadana pendapatan tetap. Jangka waktunya bisa dipilih antara dua atau tiga tahun. Untuk perencanaan dana pernikahan diatas 4 tahun masih dapat berinvestasi di logam mulia dan reksadana saham,” ujar pria yang berpraktek di Fin-Ally Consulting ini.

Prinsip lain kata Pandji, jangan sampai Anda mengawang-awang alias tidak tahu pasti jumlah dana yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan gambaran, wajib bagi Anda dan pasangan melakukan survei, entah itu bertanya pada teman yang berpengalaman, vendor, wedding organizer (WO), atau mendatangi acara wedding fair. Bersamaan dengan itu, Anda bisa menentukan jumlah undangan dan pilihan katering per porsinya.

Jika pernikahan masih akan berlangsung 1 atau 2 tahun setelah Anda melakukan survey, maka Anda pun harus membuat perkiraan prosentase kenaikan harga masing-masing kebutuhan. “Misalnya, harga gedung tahun ini Rp 11 juta, sedangkan tahun lalu Rp 10 juta, maka terlihat bahwa kenaikan per tahunnya adalah Rp 1 juta atau 10%. Jika Anda ingin menikah lima tahun lagi, siapkan dana sekitar Rp 16,1juta,” Pandji memberi contoh.

Sumber : Tabloid Wanita Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s