JANGAN MAIN SAHAM..!!!

“Jangan main saham, nanti rugi…!!

Gak heran ya, karena banyak yang berpendapat seperti itu jadinya pasar modal Indoenesia masih sedikit sekali investor domestiknya..

Data yang diperoleh masih kurang dari 400ribu yang mempunyai akun saham di Indonesia,
Sedangkan untuk pemegang unit penyertaan di reksa dana pun masih 531.254 (kurang dari 600ribu).

Jadi total Investor domestik masih kurang dari 1 % penduduk Indonesia yang sudah lebih dari 240 juta jiwa.

Data yang lebih memprihatinkan lagi di pasar modal Indonesia, jumlah Investor domestik masih kurang dari 40%, dan investor asing lebih dari 60%.

Itu kenapa pasar modal Indonesia sangat terpengaruh kondisi pasar modal dari luar..

Masih inget kan kejadian krisis tahun 2008, walaupun akhirnya Indonesia tidak terlalu besar kena dampaknya..

Pendapat “Jangan Main Saham” memang ada benarnya ..
Saham memang bukan untuk mainan, kalo buat mainan akhirnya malah rugi karena tidak punya pengetahuan yang cukup.

Sebaiknya saham bukan untuk mainan tapi untuk trading atau investasi.
Karena niatnya untuk trading ataupun investasi  maka hasilnya pun juga lumayan besar.
Untuk itu makanya kita perlu belajar ilmunya bagaimana trading saham, ataupun belajar untuk investasi saham.

Jika Anda gunakan saham untuk trading maka dari pengalaman trading saham rata-rata bisa memberikan return diatas 10% per bulan.

Data Investor menyebutkan bahwa ini data dua kenaikan instrumen investasi jangka waktu 10 tahun menurut Majalah Investor:

EMAS    : 388.51%

IHSG      : 915.82%

Sebelum lanjut lagi yuk kita mengenal Saham

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.
Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai.
Nah kali ini kita akan bahas tentang saham yang diperdagangkan di BEI (Bursa Efek Indonesia),

Mengenai bagimana kekuatan investasi di pasar modal di Indonesia,
Semoga cerita ini bermanfaat dan ini adalah fakta yang terjadi.

Ada seorang Bapak yang membeli saham salah satu perusahaan consumer goods pada saat IPO di tahun 1982 dengan harga 1 lot nya (1 lot itu 500 lembar) , Rp. 3.175.

Bapak tersebut cuma membeli 1 lot seharga Rp.3175 X 500 = Rp.1.587.500,-

Pada tanggal 11 Juli 1989, perusahaan ini memberi bonus setiap 1 (new) : 6 (old) artinya setiap 6 lembar saham lama akan mendapat 1 lembar saham baru .

Jadi si bapak mendapatkan total jumlah saham lama + saham bonus =500+83 = 583!

Pada tanggal 7 Maret 1993, perusahaan ini memberikan bonus lagi 6,668 (new) : 100 (old) so sekarang jumlah saham si bapak 583 + 39= 622 lembar

Pada tanggal 6 Nov 2000,  perusahaan ini stock split 1 (old) : 10 (new) jadi jumlah saham setelah stock plit = 6.220 lembar

Pada tanggal 15 Sept 2003, juga stock split 1 (0ld) : 10 (new) jadi jumlah saham si bapak sekarang berkembang biak menjadi 62.200 lembar atau setara dengan 124.4 LOT

(si bapak tadi modalnya cuma 1 LOT aja ya)

Harga saham perusahaan di tahun 2003 sekitar 11.000 . Nah hitung deh :

Tadi modalnya cuma beli 1 lot dengan harga 3.175 x 500 lembar = Rp.1.587.500,-

dalam waktu 21 tahun, 1 lot tadi sudah berkembang jadi 124.4 LOT tanpa si bapak nambah dana lagi. dan harganya dari 3.175 menjadi rp.11.000,-

Jadi kalau di hitung – hitung duitnya si bapak yang tadinya Rp.1.587.500,- sekarang menjadi Rp.11.000 X 62.200 lembar = Rp. 684. 200.000,-

Ini bukti dalam waktu 21 tahun kenaikannya sudah 430 kali lipatnya atau 43.000% (684.200.000 /  1.587.500 = 430)

Lebih baik belajar instrumen investasi yang jelas dan terbukti history-nya kan daripada ketakutan dengar kata saham tapi malah investnya di investasi bodong yang tidak jelas dan Cuma ikut-ikutan.

Ntar kalau ada Free trading simulation lagi ataupun kelas saham akan dikabari via @pandjiharsanto atau rekan saya @finnetizen ,  @dini828 , @bedahduit !

Disana bisa tanya – tanya apa sih plus minus main di saham. Resikonya gimana?

cara memanage resiko dll nya gimana?

Iklan

8 thoughts on “JANGAN MAIN SAHAM..!!!

  1. Yth. Bapak Nopan,
    Untuk Amatir, pastikan keuangan Anda sudah sehat, Anda baru bisa berinvestasi,
    Bagaimana Keuangan Sehat, Anda bisa cek di artikel saya Cek Kesehatan Keuangan 1, 2, dan 3.
    Nah setelah itu Anda bisa naik kelas untuk investasi,
    jika Anda ingin investasi saham, silahkan untuk memilih beberapa saham-saham yang blue chip.
    saham-saham ini tidak terlalu volatile dan cukup stabil,
    Anda bisa memegang kurang lebih 3 saham blue chips untuk Anda maintenance selama 5 tahun jika tujuannya untuk investasi.
    Semoga Bermanfaat Nyata..
    Bagi yang ingin belajar saham Anda bisa mengikuti kelasnya di link berikut :
    http://fin-ally.com/2013/06/kelas-saham-pemula-batch-2/

    Belajar dulu baru praktek,
    ada juga beberapa orang yang ketika sudah babak belur di saham, baru belajar..

    Semoga Bermanfaat

  2. Ping-balik: 7 HAL KEUANGAN YANG PERLU DILAKUKAN AGAR TIDAK MENYESAL SEBELUM USIA 30 | PERENCANAAN KEUANGAN - PERENCANA KEUANGAN - PANDJI HARSANTO

  3. Tahun 1982 uang Rp. 1.587.500 kalau dibelikan beras dapat berapa kg. Atau berapa harga beras per kg di tahun 1982?? Itu juga penting untuk diketahui keknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s