TIDAK ADA INVESTASI YANG AMAN

PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI

Masyarakat kita seringkali salah langkah, kalo boleh meminjam bahasa jawa “Keblusuk”.

Masyarakat sering “keblusuk” dalam berinvestasi..

Kebanyakan dari mereka yang “keblusuk” tadi enggan sekali untuk belajar apa itu investasi, apa itu bisnis..

Tidak bisa membedakan mana investasi yang legal, mana yang bisnis, ataupun mana yang termasuk skema ponzi

(yang sengaja “dibuka” untuk “ditutup”).

Kadang mereka hanya tergiur dengan besarnya return dan hasil yang instan tanpa meneliti lebih lajnjut tingkat legalitas dan risiko atas investasi atau bisnis tersebut.

Kebanyakan dari mereka sangat kurang sekali financial literacy-nya, tingginya tingkat pendidikan ternyata tidak menjamin tingginya pengetahuan keuangan seseorang.

Dari mereka ada yang rela rugi tertipu belasan, puluhan juta, bahkan ratusan juta, tapi tidak mau belajar bagaimana investasi yang legal,

Tidak bisa membedakan mana yang bisnis dan mana yang investasi,

itu mengapa kami dari teman-teman perencana keuangan baik MoneynLove dan Fin-ally Consulting selalu mengingatkan dalam workshop kami bagaiamana investasi yang benar..

Padahal jika mereka mau meluangkan sedikit waktu saja belajar dari para perencana keuangan independen yang tergabung dalam IFPC (Independent Financial Planners Club)

Kemungkinan masyarakat yang “keblusuk” tadi, untuk kerugian dan kehilangan uangnya yang mulai belasan, puluhan dan ratusan juta tidak akan terjadi.

Lihat saja beberapa contoh, mulai dari koperasi l*ng*t b*r*, investasi emas GT*S , *CMC, V*MC, dll..

Jika disebutkan semuanya tadi, adakah dari investasi tersebut badan pengawasnya?

Apakah Anda memiliki kontrol atas investasi tersebut?

Atau jika Anda memutuskan untuk memulai bisnis, sudah siapkah risikonya bahwa bisnis Anda akan bangkrut, dan modal Anda akan hilang seluruhnya?

Dalam hal bisnis untung ataupun rugi menurut saya adalah hal yang wajar, bahkan jika banyak ruginya dan akhirnya bangkrut, Anda harus sudah siiap dengan risiko tersebut. Jangan hanya membayangkan indah-indahnya saja..

Jadi menurut saya memang berbeda sekali, antara investasi dan bisnis.

Tak ada investasi yang aman di dunia ini,

Tidak ada juga bisnis yang tidak memiliki risiko..

Sesuai dengan prinsipnya high gain high risk..

Yang penting Anda mempunyai kontrol atas investasi dan bisnis tersebut.

Pertama Kali Anda ditawarkan Investasi pasti yang anda tanyakan :

1. Returnnya berapa?

2. Berapa lama kembali modal?

3. Pasti Untung gak?

Tapi Anda lupa tidak menanyakan:

  1. “Siapa” Penyelengara Investasi ini?
  2. Apa punya badan hukum?
  3. Siapa Pengawasnya?
  4. Berapa besar risikonya?
  5. Bagaiman kemungkinan untuk kehilangan seluruh modal Anda?

Jadi selain memiliki return, investasi memiliki risiko.

Sekedar mengingatkan jika Anda berinvestasi di pasar modal pastikan produk yang Anda beli sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) http://www.ojk.go.id

Berdasarkan UU 21/2011, mulai Januari 2014, seluruh aktivitas perbankan dan jasa keuangan, serta pasar modal,  mendapat pengawasan OJK.

Jika ada lembaga keuangan yang melanggar atau tidak layak operasi, OJK berkewenangan mencabut izin usaha. Bahkan pihaknya dapat memberikan persetujuan untuk membubarkan lembaga keuangan.

Sedangkan jika Anda trading pada barang komoditi, pastikan perusahaan trading Anda terdaftar juga di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) www.bappebti.go.id

Pesan kami jangan pernah menunda investasi, tapi selidiki dulu rekam jejak investasi yang akan Anda masuki..

Disamping itu pada setiap workshop yang kami adakan, kami selalu mengingatkan

Pesan @pandjiharsanto sehatkan dulu keuangan Anda, sebelum Anda berinvestasi…

Happy investing…

 

Iklan

3 thoughts on “TIDAK ADA INVESTASI YANG AMAN

  1. yang mas Pandji diterangkan di atas adalah investasi dalam bentuk paper asset seperti saham, forex, atau komoditas. Apabila investasi dalam usaha berbeda lagi biasanya ditaruh dalam wadah kepercayaan yang sangat rentan sekali, seperti kasus kemarin sampai masuk kontan 🙂

  2. iya Mas Devino,
    sebenernya saya juga bingung kalo ada investasi yang belum proven dan sudah dijual,
    sekarang malah bangkrut karena salah pengelolaan, berarti risiko investasi tersebut 100%.
    Bila sewaktu-waktu hilang keseluruhan modal harusnya juga sudah siap..
    nah yang salah sebenernya yang jual atau yang beli?
    Sama seperti jika ada orang yang niatnya investasi tapi ke unit link
    sebagai kendaraan investasi yang sebenarnya kurang optimal,
    Sebenarnya bukan salah yang jual juga, tapi salah yang beli juga..
    hal-hal tersebut tanda financial literacy masyarakat kita masih kurang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s