SIAPKAN DANA PENDIDIKAN TK SEJAK DINI

DANA PENDIDIKAN TKJika tidak dipersiapkan sejak awal, dana pendidikan masuk TK pun bisa mencekik. Dana pendidikan anak tak jarang membuat orang tua kelimpungan. Pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap tahunnya dana ini semakin meningkat. Agar tidak terlalu “mencekik” leher, para orang tua sebaiknya menyiapkan dana pendidikan sejak dini, termasuk dana pendidikan mulai dari jenjang terendah, yaitu taman kanak-kanak (TK).
Naiknya biaya pendidikan yang besarnya lebih dari 15% pertahun, kita tidak bisa trial and error dalam mempersiapkan dana pendidikan si buah hati. Kami mengingatkan untuk memulai berinvestasi dalam mempersiapkan dana pendidikan tersebut, ingat ya berinvestasi bukan berasuransi.

Menurut pengalaman kami produk asuransi pendidikan tidak dapat dijadikan sebagai media yang tepat sebagai alat untuk mempersiapkan dana pendidikan, selain itu biasanya dana pendidikan yang dihasilkan dari produk asuransi kurang bisa memenuhi kebutuhan dana pendidikan tersebut.
Seperti yang Kami sampaikan dalam Buku Make Your Own Plan! (MYOP) Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet, Kami mengupas tuntas langkah demi langkah membuat perencanaan Dana Pendidikan hingga pemilihan produk yang tepat untuk mencapai dana pendidikan anak.

Walaupun beberapa orang tua sudah memahami mahalnya biaya pendidikan dan tingginya inflasi pendidikan. Akhirnya para orang tua paham bahwa dana pendidikan merupakan kebutuhan penting, Namun karena sifatnya yang tidak mendesak maka banyak orang tua yang tidak segera untuk mempersiapkan dana pendidikan tersebut.

Sebagai bahan perbandingan yang kami sajikan dalam buku MYOP hal 192 tentang menunda mempersiapkan dana pendidikan, bila Anda menunda 1 tahun saja maka yang disisihkan pada tahun depan akan lebih besar 30% dibanding Anda memulainya tahun ini. Dan jika ditunda baru membuat dana pendidikan 2 tahun kemudian maka yang disisihkan lebih dari 70%. Padahal kita tahu bahwa kenaikan penghasilan per tahun tidak lebih dari 20% per tahun. Jarang sekali ada perusahaan yang memberikan kenaikan penghasilan diatas 20% per tahun.
Sesungguhnya Dana Pendidikan Anak sangatlah murah dan tidak mahal jika Anda memulainya jauh-jauh hari, Itu mengapa bagi keluarga-keluarga yang suka menunda untuk merencanakan dana pendidikan akan selalu merasa kesulitan untuk menyisihkan, karena rata-rata kenaikan (akibat penundaan) yang disisihkan diatas 30% sedangkan kenaikan penghasilan tidak lebih dari 20% per tahun.

Sejak kapan ortu harus menyiapkan dana pendidikan? Terutama untuk Playgroup dan TK?

Dana Pendidikan sebaiknya disiapkan sedini mungkin, semakin cepat menghitung biaya pendidikan maka semakin siap untuk mengangsur berapa yang harus disisihkan.  Selain itu jumlah yang diangsur pun juga semakin sedikit dibanding jika menundanya setahun kemudian. Pengalaman Kami dalam membuatkan rencana dana pendidikan terutama untuk Playgroup dan TK adalah sejak Ibu mengandung. Dana pendidikan tersebut harusnya sudah dihitung berapa kebutuhannya dan berapa yang harus disisihkan. Tentunya Keluarga tersebut sudah harus mempersiapkan untuk biaya persalinan.
Untuk keluarga yang tengah merencanakan untuk program memiliki buah hati 3 tahun atau 5 tahun kemudian tidak ada salahnya untuk mempersiapkan dana pendidikan tersebut melalui investasi. Pastinya yang diangsur untuk membentuk dana pendidikan tersebut jauh lebih ringan dibanding menundanya beberapa tahun kemudian.

Hitung Maju Setahun

Menurut Perencana Keuangan Independen, Pandji Harsanto, CFP, cara yang paling mudah, Pertama, mengetahui usia anak saat ini dan tentukan berapa tahun lagi dana pendidikan tersebut dibutuhkan. Misal usia anak Anda saat ini satu tahun, jika masuk PG pada usia empat tahun, Anda memiliki waktu tiga tahun untuk mengumpulkan dana pendidikan tersebut.
Meski begitu, ia menyarankan agar kita membuat perhitungannya maju satu tahun, jadi waktu yang dibutuhkan bukan tiga tahun, melainkan dua tahun. Dengan harapan masih ada waktu satu tahun sebelum dana tersebut digunakan maka Anda bisa “parkir” dahulu menyimpan dana tersebut pada tempat yang aman, misalnya deposito atau tabungan.
Kedua, cari tahu calon sekolah mana saja yang ingin dituju dan cari tahu juga berapa biaya saat ini, baik dari uang pangkalnya dan uang bulanannya. Jangan lupa tanya inflasi pendidikannya. Caranya dengan menanyakan biaya uang pangkal dan bulanannya pada tahun kemarin dan dua tahun yang lalu sehingga kita mengetahui berapa rata-rata kenaikan biaya di sekolah tersebut.
Orang tua harus memikirkan uang pangkal PG dan TK yang bervariasi tergantung kota tempat tinggal, kisaran Rp 4 juta sampai Rp 15 juta, dengan kenaikan 15 persen atau lebih per tahun. Selain uang pangkal dan SPP, juga perlu diperhitungkan biaya les, buku, antar jemput, dan lain-lain.
Karena biaya pendidikan PG dan TK umumnya digunakan untuk tiga tahun lagi maka cara yang paling aman adalah menyisihkan melalui tabungan ataupun deposito” katanya menyarankan.

Selain itu, jika kurang dari tiga tahun, bisa dengan reksa dana pasar uang. Namun, jika dibutuhkan untuk anak yang akan lahir kelak dua ataupun tiga tahun dari sekarang maka bisa untuk menggunakan cara investasi.

Tujuan Jangka Waktu Investasi
1.  Jangka Pendek 2-3 tahun = Tabungan, Deposito, Reksadana Pasar uang
2.  Jangka Menengah 4-5 tahun = Reksadana Campuran
3 . Jangka Panjang > 5 tahun = Reksadana saham, Saham

Seberapa besar yang harus disisihkan Orang tua untuk dana pendidikan Playgroup dan TK? Bagaimana menyesuaikan dengan keuangan keluarga?

Tidak ada batasan berapa yang harus disisihkan untuk menyiapkan dana pendidikan PG maupun TK, yang penting pastikan keuangan keluarga sudah sehat, maka keluarga tersebut sudah siap untuk menabung ataupun investasi.
Ciri-ciri keuangan keluarga yang sehat adalah
1. Keluarga tersebut tidak memiliki hutang konsumtif
2. Total cicilan hutang tidak melebihi 30% dari penghasilan pencari nafkah utama
3. Sudah memiliki dana darurat minimal 3 kali pengeluaran bulanan, idealnya diharapkan memiliki dana darurat 6 kali pengeluaran bulanan
4. Memiliki perlindungan asuransi bagi pencari nafkah utama dengan Uang Pertanggungan (UP) setidaknya 150 kali dari penghasilan pencari nafkah utama (dalam hal ini dapat menggunakan asuransi jiwa berjangka, premi murah dengan UP yang besar)

Bagaimana menyesuaikan Dana pendidikan anak yang terbentuk dengan sekolah yang akan dituju?

Buat beberapa daftar sekolah yang ingin dituju misal

PILIHAN SEKOLAH SETELAH 3 TAHUN
TK ABC Uang Pangkal  10.000.000 dengan inflasi 10%  menjadi 13.310.000
TK DEF Uang Pangkal 8.000.000   dengan inflasi 13%  menjadi  11.543.176
TK GHI Uang Pangkal 6.000.000  dengan inflasi 15%  menjadi  9.125.250

Misalnya Anda memiliki target agar anak Anda dapat bersekolah di sekolah ABC, namun setelah 3 tahun Anda menabung untuk dana pendidikan TK tersebut, yang terkumpul hanya 12 juta, sebagai perencana keuangan kami akan menyarankan anak Anda untuk sekolah di TK DEF ataupun TK GHI, Mengapa?

  1. Miliki beberapa alternatif pilihan sekolah, jangan hanya survey dan memilih ke satu sekolah saja.
  2. Pilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan Anda, jika Anda memaksakan anak Anda untuk masuk sekolah ABC, Bisa saja Anda menyekolahkan di sekolah tersebut dengan konsekuensi Anda harus berhutang. Namun berhutang kali ini akan menjadi kebiasaan di masa depan. Jika sudah seperti itu maka untuk jenjang berikutnya akan terbentuk kebiasaan anak sekolah by “event”. Event waktunya Anda untuk berutang lagi agar anak bisa sekolah di sekolah yang favorit, bisa jadi dengan KTA atau kartu kredit (hutang konsumtif). Ini yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak pernah lunas hutang konsumtifnya. (Fakta yang terjadi keluarga-keluarga di Indonesia, Sad but True)
  3. Jika Anda menyekolahkan Anak Anda di TK EFG ataupun TK GHI, maka kelebihan dana tersebut dapat Anda gunakan untuk investasi dana pendidikan di SMP atau jenjang yang berikutnya.

Oleh karena itu untuk membuat biaya pendidikan kami sarankan tidak dengan coba-coba trial and error ada baiknya untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan independen, karena selain waktu sangat berharga, waktu yang sudah lewat tidak dapat dibeli kembali.

Ingat.. Ingat…

  1. Rencanakan pendidikan anak sedini mungkin. Semakin cepat anda memulainya maka akan semakin mudah untuk Anda laksanakan.
  2. Jangan paksakan diri Anda untuk berutang jika dana pendidikan yang Anda butuhkan tidak mencukupi.
  3. Ubah paradigma “Pengeluaran di masa lalu dibiayai oleh penghasilan di masa depan” menjadi “Pengeluaran di masa depan dibiayai oleh penghasilan di saat ini“.
  4. Miliki alternatif pilihan sekolah, yang paling utama bukan se kolah yang mahal, melainkan pendidikan, perhatian, dan pendampingan orang tua pada masa golden age (usia 0-5 tahun) untuk pendidikan dan tumbuh kembang anak.

Terbit Harian Republika Hari Selasa Tanggal 1 April 2014

OLEH QOMMARRIA ROSTANTI, DESY SUSILAWATI

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s