Menggunakan THR dengan BIJAK

Bijak Menggunakan THRWauw Lebaran akan tiba…
Waktunya perayaan..
Waktunya berkumpul dengan keluarga, sanak saudara dan handai taulan..

Nah biasanya untuk menghadapi lebaran, kita dapet THR nih..
Tunjangan Hari Raya biasanya diterima pada saat akan menjelang Hari Raya.. ya iyalah… πŸ™‚
Kalo diterima setelah lebaran biasanya bukan THR, namanya jadi HRT alias Hari Raya Tekor… hehe.. πŸ™‚
Ayo ngaku siapa yang sering tekor atau mantab (alias makan tabungan) di Hari Raya?
Hehe… ngaku ya..Β  saya akuin dulu sebelum tau perencanaan keuangan, pernah tekor di Hari Raya..
Karena di hari raya kita cenderung konsumtif tanpa memikirkan batasannya..
Emang apa yang salah sih dengan hidup konsumtif?
Bukannya hidup cuma sekali dan harus dinikmati?
Justru dengan hidup cuma sekali maka kita harus pinter-pinter bagaimana memanfaatkan penghasilan yang diterima selama kita produktif untuk bisa long lasting atau lebih lama menikmatinya..
Jangan menikmatinya cuma sebulan tapi harus bayar utang beberapa bulan..
Gak banget deh…

Kadang ada yang bingung juga mau dibuat apa THR nya..
Mau dihabisin semua buat lebaran atau ditabung aja ya?
Nah, coba sharing ya apa aja tips nya supaya THR kita jadi lebih bermanfaat..

Apa saja yang perlu dipersiapkan pada saat ramadhan dan lebaran
Prinsipnya adalah kita berkaca dulu dengan kondisi ramadhan kali ini, intinya adalah dengan bersyukur. Bersyukur masih bertemu Ramadhan tahun ini. Dengan bersyukur yakin nikmatnya akan bertambah..

Nah yuk buat dengan rinci belanja apa saja yang perlu dana ekstra di bulan ramadhan dan saat idul fitri:

1. Biaya Mudik

Buat mereka yang punya orang tua ataupun saudara di kampung halaman pastinya perlu anggaran untuk pulang kampung alias mudik, biasanya pos ini yang paling besar dalam pengeluaran bulan hari raya

2. Konsumsi Lebaran

buat kue-kue Lebaran , ataupun makanan-makanan khas saat lebaran seperti telur petis, opor ayam, ketupat, hukum wajib tuh pas lebaran ada masakan-masakan khas, rasanya gak pas kalo lebaran gak ada makanan khas.. hmm yummy…

3. Baju Lebaran
Meskipun gak wajib untuk memakai baju baru di hari raya, tetapi sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita untuk memakai baju baru di hari yang fitri terutama bagi anak-anak dan biasanya tiap anak di belikan minimal 2 macam baju baru di hari raya…

4. Buka Bersama,
Mulai dari buka bersama temen SD, SMP, SMA, Kuliah, temen kerja, komunitas, waduh.. waduh.. banyak juga nih anggaran buat buka bersama

5. Buat Angpau Lebaran
biasanya yang punya banyak keponakan kadang dana ini cukup menyita pengeluaran yang cukup besar juga

6. Oleh-oleh
Oleh-oleh ini gak hanya di beli saat akan mudik tetapi saat kembali dari mudik kita biasanya membawa oleh-oleh dari kampung halaman

Yang pasti yuk didata dulu pos pengeluaran yang di luar pengeluaran biasanya.. Berapa jumlahnya?
idealnya sih dana tersebut sudah disiapkan dari awal tahun saat Anda membuat resolusi keuangan..

Jadi pengeluaran yang sepertinya terlihat besar sudah bisa kita cicil jauh sebelumnya, misal tiket mudik, buat mereka yang mudik dengan menggunakan tiket pesawat, dapat membeli tiket pesawat beberapa bulan sebelumnya dengan harga jauh lebih murah dibandingkan mendadak saat lebaran.
Khusus buat baju lebaran gak harus lho belinya pada saat ramadhan, boleh-boleh saja membeli di bulan-bulan sebelumnya jika memang sudah membuat anggarannya.

Cuma ngingatkan aja ya.. Kalo dapet uang THR buat apa sih baiknya?
1. Zakat Fitrah dan Zakat Maal
Zakat Fitrah sifatnya wajib bagi setiap manusia termasuk bayi yang baru lahir sebelum Idul Fitri. Besaran Zakat Fitrah hanya sebanyak 3,5 liter per orang, biasanya makanan utama yaitu beras.
Zakat Maal adalah zakat kekayaan atau zakat atas harta kita. Persyaratannya adalah harta tersebut harus sudah dimiliki penuh oleh kita, tidak ada hutang, sudah cukup haulnya atau dimiliki selama 1 tahun, dan nizabnya sudah melebihi 85 gram emas.

2. Uang THR emang baiknya sih buat kebutuhan ramadhan dan lebaran..
Tapi kalo kebutuhan itu sudah terpenuhi jauh sebelum lebaran, dana tersebut bisa buat kebutuhan lain misalnya untuk kurban 2 bulan setelah lebaran,

3. Lunasi hutang konsumtif (dosa masa lalu)
Ada lagi nih buat yang dapet THR tapi masih punya utang konsumtif, yuk coba dikurangi hutang konsumtifnya dari sebagian uang THR yang didapet..

4. Tambahan Dana Darurat
Nah jika kebutuhan untuk hari raya sudah di list dan dianggarkan dari THR, sangat bijak kalo tidak seluruhnya dana tersebut untuk kebutuhan lebaran, buat yang merasa dana daruratnya kurang dari dana darurat yang ideal. Sah-sah aja koq untuk THR nya digunakan untuk menambah dana darurat.
Dana darurat ini penting lho.. sampai kapanpun kita gak akan pernah bisa investasi kalo gak punya dana darurat.. selengkapnya dana darurat bisa baca di sini ya…
Oh ya buat yang lagi mudik menggunakan kendaraan pribadi jangan lupa ya, untuk menyiapkan dana daruratnya dalam bentuk yang likuid.. kita gak pernah tau di jalan ada kondisi darurat dan mendesak seperti apa.. fungsi dana darurat adalah sebagai perlindungan untuk Anda.

5. Investasi
Setelah urusan anggaran hari raya selesai, hutang konsumtif pun terhapuskan, dana darurat pun mulai ideal, anggaran dari THR juga boleh koq untuk menambah pundi-pundi investasi kita. Tambahan investasi ini setiap tahun tentu saja membantu kita mencapai tujuan keuangan kita.

Boleh gak sih kita bersikap konsumtif pada saat Hari Raya?
Intinya sah-sah saja kalo kita bertindak konsumtif pada saat ramadhan atau lebaran, dengan catatan memang sudah membuat pos anggarannya. Jadi kita bisa belanja dengan tenang dan tidak ada perasaan bersalah, Belanja yang kita lakukan dapat kita nikmati dengan penuh rasa syukur, yang sering jadi masalah dan timbul perasaan bersalah adalah ketika Anda berbelanja tapi tanpa ada membuat pos pengeluaran yang JELAS sebelumnya.Β  Yang sangat tidak bijak adalah bersikap boros dan mubazir, apalagi sampai membuang-buang terutama makanan.
β€œseburuk-buruknya tempat adalah perut yang terisi penuh” sudah sepantasnya kita dalam berkonsumsi adalah secukupnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
Masalah Perencanaan keuangan adalah masalah kebiasaan, apakah kita sudah terbiasa mendata kebutuhan besar dalam satu tahun misal buat lebaran, qurban dan lain-lain.

Dengan latihan membuat perencanaan yang jelas kita jadi tidak pusing dan merasa tertekan dengan pengeluaran yang kesannya besar dan mendadak..
Padahal pengeluaran Ramadhan dan Lebaran adalah pengeluaran yang sudah pasti kita alami tiap tahun..
Selamat Hari Raya Idul fitri….
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin.

THR untuk Belanja Bijak

Iklan