8 HAL KEUANGAN YANG PERLU DILAKUKAN AGAR TIDAK MENYESAL SEBELUM USIA 30

Agar Tidak Menyesal Sebelum Usia 30

Beberapa hal keuangan agar tidak menyesal di usia 30 :

1. Sudah Mandiri Keuangan / Mandiri Finansial

Usia 20an sangat menentukan jalan hidup seseorang.  Ada beberapa kaum muda yang sudah punya penghasilan sendiri ataupun usaha sendiri. Jika Anda saat ini Anda sudah memiliki penghasilan karena bekerja, sudah saatnya berencana untuk memiliki penghasilan tanpa harus bekerja, hal ini yang disebut dengan pasif income. Pasif income sangat berguna untuk masa pensiun Anda. Bagaimana tentang membuat pasif Income ada di buku Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet bab 10 hal 250.

2. Good Money Habbit

Dapat mengelola Keuangan dengan baik, memenuhi kebutuhan dan keinginannya sendiri. misal untuk membeli kendaraan, jalan-jalan, hobi ataupun liburan. Saya termasuk orang yang sangat menyesal karena waktu pertama kali saya bekerja dan memiliki penghasilan rutin, belum banyak guideline ataupun panduan bagaimana mengelola penghasilan dengan benar dan terarah. Ternyata bukan saja cara mencari nafkah saja yang penting, namun cara bagaimana membelanjakannya juga SANGAT PENTING. Sudah berjuang keras mendapatkannya, bahkan ada yang sampai bekerja jauh dari keluarga, tapi tidak tahu bagaimana cara membelanjakannya, bisa jadi hasilnya jadi mubazir, gak optimal dan cenderung menyesal.

Mengapa mengelola keuangan yang benar dan terarah menjadi sangat penting?

Bagi saya, saya ingin dari penghasilan yang saya terima saat ini, masih bisa menikmati hidup tanpa harus khawatir kebutuhan masa depan, seperti : liburan, pembelian properti, dana pendidikan anak, dan dana pensiun.

Salah satu syarat bagaimana mengelola keuangan yang baik adalah cek kesehatan keuangan Anda terlebih dahulu. Financial Check Up  atau cek kesehatan keuangan adalah panduan untuk dapat mengelola keuangan agar lebih benar dan terarah. Bagaimana cek kesehatan keuangan kami paparkan secara lengkap beserta dengan contoh kasusnya di bab 3 hal 57 dan bab 9  hal 217 Buku Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet . Beberapa artikel yang terkait Good Money Habbit :

3. Punya tabungan dan dana darurat sendiri

Pernah gak sih merasa udah kerja sekian lama, bahkan sampai belasan tahun, tapi koq rasanya gak pernah bisapunya tabungan dan deposito yang cukup ya?

Nah mumpung masih muda, yuk udah mulai menabung, inget ya prinsip menabung adalah MENYISIHKAN DI AWAL, BUKAN MENYISAKAN DI AKHIR. Karena kalo prinsipnya menyisakan di akhir, iya kalo ada sisa, kalo gak ada sisa akhirnya kita gak nabung. Penting banget kita punya arahan dan tahu menabung sejumlah apa dan untuk keperluan apa. Karena tanpa tujuan yang jelas akhirnya kita menabung hanya sekedarnya dan jangan heran kalo tabungannya sewaktu-waktu bisa saja ludes dan tak bersisa diambil untuk keperluan yang kadang tidak kita butuhkan, hehe….  🙂   ayo ngaku.. bener, apa bener?

Itulah adanya profesi perencana keuangan, tugas perencana keuangan. Tugas perencana keuangan selain memandu pengelolaan klien, juga mengawasi langkah-langkah keuangan yang telah direkomendasikan apa sudah on the track atau tidak. Sebenarnya kita bisa saja mengelola keuangan kita sendiri, tapi tanpa niat yang kuat dan tindakan yang tepat bukan tidak mungkin kita menjadi salah dalam pengelolaan dan gagal mencapai impian kita.

Bagaimana cara membentuk dana darurat bisa lihat di artikel Pentingnya membuat dana darurat ataupun lebih jelas lagi di Buku Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet bab 4 .

4. Punya Properti Sendiri

Wow.. Kaget ya kalo liat harga rumah saat ini sudah mahal-mahal ya..

Katanya kalo mau beli properti kalo gak dipaksain beli sekarang, ya gak mungkin kebelilah… Kalo mesti nabung dulu dengan bunga 2% per tahun, waduh kayanya malah gak mungkin kebeli, sedangkan harga rumah naiknya udah diatas 15% per tahun untuk lokasi yang bagus dan strategis.

Nah gimana supaya bisa cepet punya properti sendiri yuk simak disini Membeli rumah idaman bukan hanya mimpi 

5. Punya Investasi di Pasar Modal

Ini yang menjadi penyesalan beberapa orang, termasuk saya, sedari bangku SMA kita sudah diajarkan tentang saham. Ketika saya kuliah di fakultas ekonomi pun juga sudah diajarkan tentang saham dan reksadana. Berapa banyak sih lulusan sarjana ekonomi yang telah mendapatkan informasi tentang saham dan reksadana di mata kuliahnya tapi tidak pernah membantu kehidupan mereka sendri dengan produk-produk yang ada di pasar modal. Saya sendiri dulunya termasuk orang yang memiliki kesadaran yang rendah terhadap pasar modal  dan merasa sangat menyesal.

Tahun 2005 adik kandung saya, Nova Juwita Hersanti menawarkan saya untuk membeli produk reksadana, tapi bodohnya saya, saya menanggapi sambil lalu penawaran tersebut dan tidak mencari tau atas manfaat reksadana tersebut. Padahal pada bulan Maret 2005 IHSG masih di angka 1.080,17. Jadi kalo saat ini saya cerita investasi dan apa manfaatnya, dan masih ada yang belum sadar betapa bermanfaatnya berinvestasi, ataupun awareness-nya masih kurang untuk mau berinvestasi. Saya anggap itu karma hehe… 🙂

Saya sendiri membeli produk reksadana pada bulan Maret tahun 2010  ketika IHSG masih di angka 2.777,30 , wuih bisa dihitung sendiri ya.. berapa potensi keuantungan yang saya derita karena selama 5 tahun.

Periode IHSG
Maret 2005 1.080,17
Maret 2010 2.777,30

September 2014

5.137,58

Jika dihitung saat ini (per Oktober 2014  di angka 5.137,58) saya sudah kehilangan keuntungan sebesar 290,64% , jika ketika tahun 2005 saya investasi Rp.10.000.000 di reksadana maka per september setidaknya akan menjadi 47,5 juta, namun karena baru investasi pada tahun 2010 maka per September 2014 nilai investasinya baru 18,4 juta. Selisih penundaan selama 5 tahun adalah sebesar 29juta. Mana ada return bunga tabungan atau deposito yang bisa menyamai return dari investasi?

Waktu Total Return Return Aritmatik / Tahun Return Geometrik / Tahun  Nilai Semula Nilai Menjadi
Maret 2010 – Sept 2014 84,98% 18,89% 14,65%    10.000.000,00      18.498.469,74
Maret 2005 -September 2014 375,63% 35,77% 16,01%    10.000.000,00      47.562.698,46
Selisih 290,64%      29.064.228,73

Jika membandingkan menggunakan investasi dan deposito yang return-nya nett 6% per tahun maka selisihnya pun periode Maret 2005 – Sept 2014 sudah sebesar 29,1 juta.

Waktu  Modal  Dengan Investasi  Dengan Deposito  Selisih
Maret 2010 – Sept 2014    10.000.000    18.498.470    12.997.996      5.500.474
Maret 2005 -September 2014    10.000.000    47.562.698    18.437.906    29.124.793

Bandingkan lagi misalnya jika saya  hanya menyisihkan 1 juta saja per bulan dengan rata-rata return 15% / pertahun selisihnya saja sudah sebesar 186,6 juta.

Tahun Tahun ke Return Investasi 1juta / bulan  hasil 9 tahun  Tahun ke  hasil 5 tahun
2005 1 15%       1.000.000 Rp12.860.361,42
2006 2 15%       1.000.000 Rp27.788.084,03
2007 3 15%       1.000.000 Rp45.115.505,50
2008 4 15%       1.000.000 Rp65.228.388,24
2009 5 15%       1.000.000 Rp88.574.507,76
2010 6 15%       1.000.000 Rp115.673.621,45 1 Rp12.860.361,42
2011 7 15%       1.000.000 Rp147.129.040,10 2 Rp27.788.084,03
2012 8 15%       1.000.000 Rp183.641.059,40 3 Rp45.115.505,50
2013 9 15%       1.000.000 Rp226.022.550,76 4 Rp65.228.388,24
2014 10 15%       1.000.000 Rp275.217.058,32 5 Rp88.574.507,76
TOTAL Rp275.217.058,32   Rp88.574.507,76
SELISIH                                                                   186.642.551

Nah terkait dengan perhitungan investasi, yang suka menunda-nunda boleh juga untuk mampir ke tunda lagi.. tunda lagi... dan bagaimana menghitung investasi bulanan

6. Mulai Membuat Dana Pensiun

Banyak yang berpikir masih muda buat apa mikirin pensiun toh masih lama, masih banyak waktu untuk memikirkannya nanti.

Percaya atau tidak, karena kita tidak pernah memulainya dari sekarang  (usia sebelum 30 tahun) mereka baru memikirkan bagaimana membuat dana pensiun pada saat mereka usia 40 tahun. Faktanya ketika Anda berinvestasi untuk pensiun dari usia sebelum 30 tahun maka jumlah yang disisihkan jauh lebih kecil dibandingkan Anda memulainya nanti-nanti ketika usia 40 tahun ke atas.

Siapa sih yang tidak ingin ketika pensiun, kita sudah bisa menikmati pensiun dari penghasilan pasif misalnya dari bunga deposito yang cukup besar ataupun dari hasil sewaan properti seperti kos-kosan, rumah petak, atau apartemen yang kita sewakan. Jadi tanpa harus bekerja aktif lagi Anda sudah dapat menerima penghasilan. Jika ingin pensiun Anda tidak nyaman, silahkan untuk menunda membuat dana pensiun.

Beberapa artikel yang terkait membuat dana pensiun:

Merencanakan Pensiun di Usia Muda

Mempersiapkan Pensiun untuk PNS

Tunda Lagi Tunda Lagi

Jangan Jadi Sandwich Generation

7. Tidak membebani hidup dengan utang yang terlalu besar

Pernah gak sih merasakan udah capek-capek kerja koq merasa gak bahagia ya.., gak bisa menikmati hidup dengan nyaman, dapat penghasilan koq cuma numpang lewat aja untuk bayar utang. Ada lho teman-teman yang curhat merasa selalu pusing, tanggal muda pusing karena banyak pengeluaran yang harus dibayar, udah tanggal tua pusing karena udah gak ada yang bisa dikeluarin hehe.. 🙂

Mau jalan-jalan gak bisa, mau liburan gak ada dananya, bisa jadi karena banyak cicilan utang yang harus dibayar keuangan kita makin terhimpit dan gak bisa untuk menikmati hidup.

Nah itu gunanya financial planning, dengan perencanaan keuangan yang benar dan terarah membuat hidup kita lebih nyaman dalam jangka waktu panjang. Supaya tidak trial and error sebaiknya berkonsultasi dengan perencana keuangan independen yang bersertifikat. Untuk sertifikat ini adalah CFP Certified Financial Planner.

Beberapa indikator untuk menilai utang yang kita punya sehat atau tidak, sebaiknya ingat ATURAN 30 ( jumlah total cicilan utang tidak lebih dari 30% pencari nafkah utama dan jumlah nilai utang tidak lebih dari 30 kali penghasilan) Jika terpaksa Anda harus berutang, sebaiknya gunakan untuk utang untuk utang produktif , jelasnya yuk baca Utang Baik dan Utang Buruk

Terkait dengan bagaimana manajemen utang di ulas juga di Buku Make Your Own Plan! Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet bab 5 atau bisa juga lihat artikel tentang Kok Besar sekali ya Cicilan Utangnya

8. Punya Perlindungan Kesehatan

Pastinya kita sama-sama setuju dong, udah berlama-lama nabung tapi karena ada masalah kesehatan, misal karena sakit dan harus diopname atau operasi di rumah sakit, akhirnya tabungan kita ludes karena untuk biaya rumah sakit, bahkan harus berutang untuk itu. Ada baiknya sisihkan 5% saja dari penghasilan untuk membeli asuransi kesehatan murni. Saat ini ada BPJS kesehatan yang cukup terjangkau, namun jika anda kurang puas dengan pelayanan dari BPJS Kesehatan, Anda bisa membeli asuransi kesehatan dari provider lain yang nanti akan menambah maanfaat koordinatif dari BPJS kesehatan. Untuk yang sudah punya tanggungan akan sangat bijak jika Anda memiliki asuransi jiwa. Bagaimana menghitung berapa premi yang ideal yang harus dibayarkan dan uang pertanggungan yang tepat dan sesuai bisa membacanya di sini .

Nah semoga dengan 8 hal keuangan yang sudah kita lakukan sebelum usia 30 membuat Anda tidak merasa menyesal di kemudian hari.. yang akhirnya Anda dapat menikmati hidup yang lebih berkualitas dan bermanfaat bukan saja untuk diri sendiri namun untuk orang lain 🙂

 

Iklan