Tips Keuangan Menghadapi Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Per tanggal 18 November 2014 BBM  bersubsidi sudah naik 30% sebesar 2.000 dari 6.500 menjadi 8.500. Sudah tidak dipungkiri lagi bisa jadi kenaikan harga dan biaya yang lain naik menjadi 30% atau lebih. Masalahnya apakah kenaikan penghasilan Anda juga 30% atau bahkan lebih pada waktu dekat ini?
Kalo jawabannya tidak atau belum tentu, berarti Anda harus benar berhemat dan mulai mereview penerimaan dan pengeluaran bulanan Anda,
Semoga beberapa tips berikut dapat membantu Anda.

1. Mulai menjarangkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak begitu penting
Coba deh review lagi pengeluaran Anda 3 bulan terakhir ini apakah ada pengeluaran2 yang tidak begitu penting yang hanya berupa keinginan saja, misalnya untuk entertainment atau hang out. Misal yang hobi nonton bareng pasangannya yang biasa sekali seminggu, mungkin bisa jadi 2 minggu sekali.

2. Mengganti pengeluaran dengan membuat sendiri
Mungkin ada pengeluaran-pengeluaran yang bisa Anda subtitusi, misal buat Anda yang hobi ngopi di coffee shop, Anda bisa menghemat dengan membuat kopi sendiri. Saya punya teman yang hobi minum susu almond, karenanya untuk mendapatkan harga yang lebih murah, doi survey cari sendiri yang jual  almond murah dimana dan bikin susu almond sendiri.

3. Menurunkan kelas tanpa mengurangi fungsi
Buat yang tinggal di Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya, kemacetan pastinya sudah jadi hal yang biasa, tanpa kita sadari kemacetan akibat terlalu banyak orang yang menggunakan roda empat membuat bbm terbuang percuma dan pemborosan. Ada baiknya mungkin bisa menggunakan roda dua yang lebih irit bahan bakar dan lebih cepat untuk menembus kemacetan.. banyak hal lain yang mungkin bisa kita turunkan kelasnya tanpa mengurangi fungsinya.

4. Menghapus Pengeluaran yang tidak perlu
Mungkin ada pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dilakukan, saya pernah mereview beberapa pengeluaran klien saya, misalnya dia langganan Koran harian yang gak pernah dia baca tiap hari, ataupun langganan All Chanel TV Kabel padahal yang dia butuhkan tidak semua chanel. Semua pengeluaran yang tidak perlu sebenarnya bisa Anda hapuskan. Singkatnya adalah coba Anda review kembali pengeluaran-pengeluaran Anda apakah ada yang biayanya di luar nilai kewajaran mungkin bisa Anda kurangi atau Anda hapuskan.

5. Pilihlah Perhitungan suku bunga fixed jika ingin melakukan Kredit Property
Dengan naiknya harga barang-barang, bukan tidak mungkin jika sewaktu-waktu ada perubahan suku bunga turun ataupun naik. Tidak menjadi masalah jika suku bunga turun, jika suku bunga naik maka suku bunga kredit pastinya akan naik juga, nah akan lebih baik jika Anda yang memiliki penghasilan tetap dan kenaikannya kurang dari inflasi untuk memiliki kredit property (KPR) dengan perhitungan bunga fixed, untuk perhitungan suku bunga fixed ini biasanya ada di bank-bank syariah.

6. Mencari Penghasilan Tambahan
Idealnya keuangan keluarga yang baik adalah pada pos penerimaannya lebih besar daripada total pos pengeluarannya, dari kecilpun kita sudah diajarkan agar jangan lebih besar pasak daripada tiang. Nah jika dari pos-pos pengeluaran tersebut sudah direvisi pengeluaran pengeluaran yang tidak perlu di kurangi ataupun dihapuskan masih terdapat defisit keuangan bulanan,  maka Anda harus berpikir kreatif bagaimana mendapat tambahan penghasilan sebesar 30% sesuai dengan kenaikan biaya-biaya yang ada akibat kenaikan BBM

7. Tabungan dan Investasi yang disisihkan idealnya pun ikut naik.
Sekedar mengingatkan dengan naiknya biaya-biaya menjadi 30%, berarti untuk mendapatkan barang dan jasa yang sama saat ini Anda harus mengeluarkan extra lebih mahal dari biasanya. Nah setelah keadaan normal dimana Anda bisa menambah penghasilan sebesar 30% dan pengeluaran sebesar 30% maka hendaknya tabungan atau investasi yang Anda lakukan reguler pun hendaknya naik. Tujuan apa? Agar tabungan yang ada dapat mengikuti daya beli sesuai kenaikan harga yang ada saat ini. Misalnya sebelumnya Anda bisa menyisihkan 1 juta per bulan untuk menabung maka ada baiknya yang disisihkan saat ini sebesar 1,3 juta bulan.

Semoga bermanfaat..

Iklan