10 Tips Agar Tidak Menyesal Salah Membeli Asuransi Jiwa

10 TIPS MEMBELI ASURANSI JIWA

Pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia sangatlah pesat, data menunjukkan pertahun perkembangan asuransi jiwa sangat signifikan dalam 5 tahun terakhir. Walaupun perkembangan asuransi jiwa cukup baik, namun kesadaran untuk membeli asuransi jiwa sangatlah kurang. Begitu risiko datang, tidak sedikit dari mereka yang dulunya pernah ditawari asuransi akhirnya menyesal. Orang bijak berkata penyesalan datangnya selalu di akhir, jika di awal namanya adalah kesadaran. Untuk meningkatkan kesadaran perencanaan keuangan sejak dini, saya selalu share gratis di blog www.pandjiharsanto.com dan melaui twitter @pandjiharsanto .

Dari beberapa pengalaman yang sering kami temui dalam memberikan konsultasi kepada klien, hampir 90% orang Indonesia membeli asuransi jiwa yang kurang tepat, kurang tepat ini artinya mereka membeli asuransi tapi tidak sesuai dengan kebutuhannya. Nah supaya kita tidak menyesal membeli asuransi apa saja sih tipsnya?

  1. Pastikan Anda Punya Penghasilan dan Tanggungan.

Fungsi dari asuransi jiwa adalah untuk melindungi nilai ekonomi si pencari nafkah. Jadi idealnya yang menjadi tertanggung (dilindungi jiwanya) adalah yang telah memiliki penghasilan dan mempunyai tanggungan. Tujuannya apabila terjadi risiko cacat tetap atau kematian, maka tanggungannya (keluarga yang ditinggalkan) masih bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jadi sempat heran dengan kesalahan yang sering dilakukan menjadikan anak sebagai tertanggung asuransi jiwa.

  1. Tidak Semua Orang Butuh Asuransi Jiwa

Ternyata tidak semua orang butuh asuransi jiwa, Bagi mereka yang memiliki aset aktif dan pasif income yang sesuai dengan kebutuhan bulanan keluarganya maka tidak perlu asuransi jiwa. Maksud pasif income adalah penghasilan yang diperoleh tanpa harus bekerja lagi misalnya dari bunga deposito atau properti yang disewakan.

Misal sebuah keluarga memiliki penghasilan properti yang disewakan sebesar 120 juta per tahun atau 10 juta per bulan. Bila kebutuhan hidup keluarga tersebut sebesar 96 juta per tahun atau 8 juta per bulan. Jadi jika si pencari nafkah tanpa harus bekerja aktif pun mereka sudah dapat memenuhi kebutuhan bulanan dari pasif incomenya. Mohon maaf bila terjadi suatu musibah misal cacat tetap atau meninggalnya si pencari nafkah maka keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidup.

  1. Tahu Berapa Uang Pertanggungan yang dibutuhkan

Banyak dari mereka yang membeli asuransi jiwa bukan berdasarkan dari berapa uang pertanggungan (UP) yang dibutuhkan tapi berdasarkan kesanggupan premi yang dibayar. Walaupun dasar kesanggupan premi tidak sepenuhnya salah, tapi alangkah bijaknya membeli asuransi berdasarkan UP yang dibutuhkan.

Perhitungan sederhananya adalah berapa jangka waktu usia anak yang terkecil sampai dengan selesai jenjang pendidikan terakhirnya atau sampai anak itu dapat mandiri. Misalnya

Keluarga A memiliki anak usia yang terkecil usia 4 tahun, dan penghasilan si pencari nafkah sebesar 120 juta per tahun atau 8 juta per bulan. Idealnya anak yang terkecil sampai kuliah S-2 sampai dengan usia 24 tahun. Maka untuk menjamin jika terjadi risiko pada si pencari nafkah selama 20 tahun. UP yang dibutuhkan adalah 120 juta dikali 20 tahun sama dengan 2,4 miliar. Itu sebabnya jika bicara UP bukan angka yang kecil cuma puluhan juta.

Sempat kaget juga jika ada yang punya penghasilan 10 juta per bulan tapi Nilai UP cuma 150juta, nilai ini tidak lebih mahal dari mobil yang dimiliki dan jika UP tersebut digunakan untuk menyambung hidup keluarga tersebut hanya 15 bulan (kurang dari 2 tahun)

  1. Tahu Jangka Waktu yang dibutuhkan

Bila kita sudah mengetahui berapa UP (nilai ekonomis) si pencari nafkah, maka jika ingin mengetahui berapa jangka waktu yang di perlukan berdasarkan contoh yang di atas. Idealnya adalah selama 20 tahun keluarga A memiliki asuransi jiwa untuk pencari nafkahnya.

Jika pada saatnya anak terkecil berusia 24 tahun dan dapat mandiri, diharapkan keluarga A sudah mempunyai aset aktif yang cukup dan sudah punya pasif income, Maka sah saja jika pencari nafkahnya tidak melanjutkan membeli asuransi jiwa lagi.

  1. Lebih Murah dan Maafaat lebih dengan beli asuransi Jiwa Berjangka

Yang sering jadi pertanyaan adalah penghasilan saya cuma 10juta per bulan, usia saya 35 tahun, dan saya membutuhkan UP sebesar 2,4 miliar. Bagaimana saya bisa membayar premi asuransi jiwa yang memberikan manfaat UP sebesar 2,4 Miliar untuk jangka waktu 20 tahun.

 

Jawabannya adalah sebelum membeli polis asuransi jiwa sebaiknya Anda membandingkan dari beberapa perusahaan asuransi untuk mendapatkan manfaat UP yang dibutuhkan, berapa premi yang harus di bayar. Untuk mendapatkan manfaat tersebut dengan premi yang murah maka Anda dapat membeli asuransi jiwa tradisional dengan jenis asuransi jiwa berjangka. Namun jika pilihannya berupa asuransi yang digabung dengan investasi (unit-link) maka biaya preminya akan menjadi lebih besar biasanya 3 kali lipat dari asuransi jiwa berjangka. Akan lebih baik agar asuransi dan investasi menggunakan produk yang berbeda agar masing-masing mendapatkan manfaat yang maksimal. Untuk lebih jelasnya berbagai macam perhitungan Uang Pertanggungan, Anda dapat membaca di Bab 6 (Ngapain Beli Asuransi) di Buku Make Your Own Plan! Perencanaan keuangan Nggak Pake Ribet.

 

  1. Premi Maksimal

Berdasarkan contoh di atas maka rata-rata premi yang di tawarkan oleh beberapa perusahaan asuransi untuk mendapatkan UP sebesar 2,4 miliar adalah sebesar 10 jutaan.

Nah agar tidak menggangu pos keuangan yang lain, ada baiknya premi yang dibayar tidak lebih dari 10% dari penghasilan bulanan.

 

  1. Jangan Jadikan Anak belum Cakap Hukum sebagai Ahli Waris

Yang dapat menjadi ahli waris asuransi jiwa adalah yang mempunyai hubungan pernikahan sah secara negara, hubungan darah seperti saudara kandung, orang tua ataupun anak kandung dari perkawinan yang sah.

Kesalahan yang sering dilakukan para pemegang polis adalah menjadikan anak yang belum cakap hukum sebagai ahli waris asuransi jiwa, akibatnya adalah ketika terjadi risiko kematian maka ahli waris belum dapat menerima santunan Uang Pertanggungan sampai dengan usia cakap hukum atau harus menunggu dari perwalian.

 

  1. Beli Asuransi Jiwa selagi Sehat

Ketika membeli asuransi jiwa dengan UP yang besar biasanya perusahaan asuransi cenderung lebih menerima tertanggung yang tidak terlalu banyak risiko kesehatannya. Itu mengapa premi untuk perokok dan tidak perokok, preminya akan lebih besar yang merokok.

Perusahaan asuransi untuk menyetujui pengajuan polis asuransi jiwa dengan UP yang besar biasanya mensyaratkan adanya tes kesehatan (medical check up). Dari hasil tes kesehatan tersebut jika hasilnya ada kecenderungan hasil yang kurang sehat, misal tingkat kolesterol tinggi ataupun gangguan fungsi hati, maka Perusahaan asuransi dapat menerima permohonan asuransi jiwanya dengan syarat penambahan ekstra premi. Saya menyarankan untuk itu sebaiknya jika Anda sudah yakin untuk membeli asuransi jiwa, segeralah untuk membuat polis asuransi jiwa selagi Anda sehat, kita tidak pernah tahu kapan risiko kematian atau cacat tetap itu datang.

 

  1. Suku Tertentu Wajib punya Asuransi Jiwa

Untuk suku-suku tertentu seperti Bali ataupun Toraja, pada saat kematian ada upacara yang menghabiskan biaya ratusan juta bahkan sampai dengan miliaran rupiah, agar tidak memberatkan keluarga, sebaiknya untuk mengcover biaya tersebut dari uang santunan asuransi jiwa.

 

  1. Kredibilitas Perusahaan asuransi Jiwa.

Ketika Anda memilih perusahaan asuransi yang dapat mengcover polis Anda, sebaiknya pilih perusahaan asuransi jiwa yang sudah lama berdiri setidaknya lebih dari 25 tahun di Indonesia. Pengalaman yang saya dapatkan sebagai Perencana Keuangan Independen adalah biasanya perusahaan yang dapat mengcover untuk UP yang besar adalah Perusahaan asuransi yang bukan lokal dari Indonesia, namun memiliki cabang di Indonesia.

 

Dengan Kecerdasan Keuangan dan peningkatan literasi keuangan, Anda dapat menyelamatkan impian keluarga Anda dan menghindari salah membeli asuransi jiwa yang berujung pada penyesalan.

BIJAK MEMBELI UNIT LINK

Iklan

One thought on “10 Tips Agar Tidak Menyesal Salah Membeli Asuransi Jiwa

  1. Ping-balik: TAHUN BARU SAATNYA BUAT RESOLUSI KEUANGAN YANG REALISTIS | PERENCANAAN KEUANGAN - PERENCANA KEUANGAN - PANDJI HARSANTO

Komentar ditutup.