MENGATUR PENGELUARAN SAAT RAMADHAN

RAMADHAN JANGAN BOROS

Tidak terasa kita sudah di bulan suci Ramadhan, Bulan yang sudah lama kita tunggu-tunggu kedatangannya. Nah supaya tidak tekor pada saat Ramadhan dan pasca Lebaran pengeluaran apa saja sih perlu kita cermati.
Pada saat Ramadhan dan Lebaran sudah pasti banyak pengeluaran ekstra yang dikeluarkan, pengeluaran apa saja itu dan darimana pos nya? Pengeluaran ekstra itu biasanya apa aja sih:
1. Pengeluaran transportasi mudik
2. Biaya konsumsi pada saat perayaan hari raya
3. Angpau atau uang saku lebaran

Nah memang untuk pengeluaran ekstra pada saat hari raya, Anda bisa menggunakan dana pemasukan dari THR, tapi alangkah baiknya jika pengeluaran ekstra pada saat hari raya sudah pernah Anda alokasikan sebelumnya seperti pada artikel Bijak memanfaatkan THR. Sedangkan untuk pengeluaran pada saat ramadhan Anda bisa menggunakan dana dari gaji. Jadi dana THR pun dapat Anda bisa manfaatkan dengan bijak sebagian bisa Anda gunakan sebagian untuk perayaan dan sebagian lagi untuk saving. Dengan begitu Anda bisa terhindar defisit pada saat Ramadhan dan bisa menikmati perayaan lebaran tanpa harus tekor atau utang tagihan kartu kredit yang membengkak.

Supaya tidak boros pada saat lebaran apa saja yang perlu diperhatikan?
1. Buat daftar menu selama 1 bulan puasa
Dengan membuat daftar menu buka puasa dan sahur selama 1 bulan maka daftar pengeluaran bahan makanan adalah yang sesuai dengan kebutuhan.

2. Usahakan tidak berbelanja pada saat lapar
Jika Anda berniat mencari pahala di bulan puasa maka pahala tertinggi adalah amal ibadahnya pada saat sebelum berbuka puasa. Kebiasaan ngabuburit pada saat Ramadhan saya pikir tadinya adalah kebiasaan yang baik. Ternyata sambil menunggu waktu berbuka, Anda dapat menggunakan waktu tersebut untuk beribadah. Nah kenapa saya tidak menyarankan Anda untuk berbelanja pada saat puasa, kecenderungan ketika Anda belanja pada saat itu maka Anda akan berbelanja yang cenderung berlebih (biasanya saya istilahkan dengan belanja karena laper mata aja)

3. Batasi penggunaan kartu kredit
Untuk kartu Kredit ini lebih pada fungsinya sebagai memudahkan alat pembayaran, bukan sebagai tambahan penghasilan. Jadi jika memang Anda sudah berniat untuk berbelanja atau beramal lebih pada saat Ramadhan, kami sarankan untuk menabung terlebih dahulu pada bulan-bulan sebelum ramadhan, sehingga pada saat Ramadhan bisa Anda gunakan ladang pahala Anda. Dengan mengetahui berapa saldo yang dapat Anda gunakan untuk berbelanja maka Anda akan terhindar menggunakan utang dari dana kartu kredit. Jangan sampe ya selesai Ramadhan tagihan Kartu Kredit Anda yang membengkak.

4. Batasi Berbuka puasa di luar rumah
Kebiasaan berbuka puasa di luar rumah terutama di restoran, biasanya langkah kaki Anda tidak hanya berhenti di restoran, bisa jadi mampir-mampir ke tempat belanja yang lain dan cenderung konsumtif.

5. Cermat ketika Buka Puasa Bersama
Mengenai buka puasa bersama ini pengeluarannya juga mesti diatur, masa sih waktu puasa kita gak boleh silaturahmi? Sebenernya sih bukan masalah buka puasa bersama atau mentraktir teman Anda yang akan berbuka puasa justru itu dapet pahala. Masalahnya jika Anda masih melakukan pengeluaran-pengeluaran lagi yang lain setelah acara buka puasa tersebut.. nah biasanya pengeluarannya membengkak karena ini nih..
Makanya budget buka puasa bersama perlu diatur, jangan sampai pengeluaran ini membengkak.

6. Hilangkan Kebiasaan Konsumtif Mengganti sesuatu yang baru
Nah kalo kebiasaan ini sudah sering dilakukan oleh masyarakat kita seperti mengganti perlengkapan rumah yang baru seperti Korden baru, TV baru, gadget sampai mengganti kendaraan roda dua atau roda empat yang baru. Sepertinya untuk perlengkapan rumah perlu di cek terlebih dahulu apakah stok perlengkapan yang lama masih bagus dan tidak perlu di ganti baru. Dan untuk gadget dan kendaraan perlu di review lagi apakah mengganti dengan yang baru itu benar-benar karena kebutuhan atau karena keinginan. Seringkali tidak kita sadari bahwa belanja konsumtif tersebut belum tentu merupakan kebutuhan, melainkan hanya keinginan semata. Saran sebaiknya jika ingin mengganti perlengkapan rumah yang baru buat skala prioritas mana yang perlu di ganti terlebih dahulu tidak semuanya perlu diganti sekaligus, lebih bagus lagi 2 atau 3 bulan sebelum lebaran kita sudah membuat list perlengkapan rumah apa saja yang perlu diganti, sehingga semua beban pengeluaran lebaran itu tidak menumpuk dan dibiayai dari THR.

Iklan