Keluarga Aman dengan Dana Darurat

Hal Tak Terduga Membuat Rencana Keuangan Berantakan

Mengamankan Keuangan Keluarga dengan Dana Darurat

Menyusun rencana keuangan tanpa memasukkan dana darurat ibarat merencanakan perjalanan menggunakan mobil tapi tidak menyiapkan ban serep. Kita bisa saja kewalahan ketika di tengah perjalanan ban tiba-tiba bocor. Jika sudah begini maka nasib kita kemudian akan bergantung pada bengkel atau pengemudi lain yang kebetulan lewat. Bagaimana jika tidak menemukan keduanya?

Sudah jelas dana darurat penting dalam mengelola keuangan. Tidak ada yang dapat mengetahui kapan hal-hal tak terduga terjadi. Entah itu kehilangan pekerjaan ataupun musibah yang membutuhkan uang yang cukup besar.

Jika telah mengalami musibah dan tidak memiliki dana darurat biasanya berhutang akan menjadi jalan terakhir. Parahnya lagi, karena malu untuk meminta bantuan saudara atau keluarga, seseorang akan berhutang pada kartu kredit. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung.  Artinya, seseorang bisa saja terjebak pada hutang konsumtif dengan bunga yang tinggi.

Sungguh disayangkan jika perencanaan keuangan yang telah kita susun sedemikian rupa harus berantakan karena tidak memiliki dana darurat saat mengalami musibah. Padahal, jika dipersiapkan dengan baik, dana darurat akan menjamin pengelolaan keuangan kita. Semua akan aman, apapun kondisi yang dihadapi!

Kriteria Dana Darurat

Fungsi dan Kriteria Dana Darurat 

Tidak ada rasa malu

Yang perlu diperhatikan adalah memahami pentingnya memiliki dana darurat. Pandji Harsanto, mengungkapkan dana darurat memiliki dua fungsi utama yang dapat menjamin masa depan seseorang.

Pertama, dana darurat dapat menjaga kondisi keuangan dari ketidaksiapan menghadapi hal-hal yang tidak dianggarkan. Perlu dipahami, hal-hal yang tidak dianggarkan tersebut dapat mengganggu alokasi dana pada kebutuhan lainnya. Namun, dengan dana darurat, jika ada keperluan yang mendesak maka kita tidak perlu merasa kesulitan dengan meminjam pada pihak lain. Apalagi berhutang dengan bunga yang sangat tinggi. Hal-hal yang mendesak sering kali tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan rutin.

Kedua, dana darurat melindungi investasi masa depan. Caranya adalah dengan menjamin kondisi saat ini. Sejauh pengamatan Pandji, sebuah keluarga akan sangat sulit melakukan investasi masa depan jika kondisi saat ini saja tidak aman. Lain katanya, kondisi masa depan bergantung pada apa yang kita alami saat ini.

Secara umum, menurut Pandji, perencanaan keuangan dibuat dalam tujuan jangka waktu yang berbeda yakni tujuan jangka pendek (hingga dua tahun), tujuan jangka menengah (3-5 tahun) dan tujuan jangka panjang (di atas 5 tahun). Nah, dana darurat tersebut dapat mengamankan seseorang untuk sampai selamat pada tujuan keuangannya. Hal ini karena kebutuhan dan pendapatan seseorang setiap tahunnya bisa saja berbeda-beda.

Orang-orang yang tidak memiliki dana darurat memiliki kondisi keuangan yang sangat rentan. Pandji sering menyebut mereka sebagai orang yang tidak mandiri secara finansial. Mereka sama saja tidak displin dalam mengelola keuangan. Selain berutang, cara lain orang-orang tersebut dalam menutupi masalahnya adalah dengan menjual aset.

Karena tidak ada dana darurat untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak, seseorang biasanya akan mencairkan dana investasinya. Namun perlu dipahami, dana darurat berbeda dengan asuransi. Menurut Pandji, dana darurat adalah dana cash yang sudah siap di tangan dan kapan saja dapat digunakan. Sedangkan asuransi adalah perlindungan terhadap proteksi yang memerlukan proses klaim dan butuh waktu.

Minimal 6 kali pengeluaran bulanan

Sebenarnya, ketika seseorang telah memiliki penghasilan, maka ia sudah seharusnya menyusun dana darurat. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari hal tersebut. Kalaupun menyadarinya, mereka tidak mengetahui berapa dana yang harus dialokasikan.

Pandji Harsanto Menyusun dana darurat

 

Jika sudah hitung dan total keseluruhan aset lancar tersebut adalah enam kali dari total pengeluaran bulanan keluarga berarti kita telah memiliki dana darurat yang cukup. Jika tidak memiliki tanggungan keluarga, maka yang dihitung adalah pengeluaran bulanan pribadi. Dana ini akan menjadi jaminan agar kebutuhan bulanan tersebut tetap dapat terjaga.

Namun, jika dana tersebut belum cukup, maka kita perlu kembali memprioritaskan kebutuhan dan menyesuaikan dengan pendapatan. Yang paling penting adalah mengecek apakah kita memiliki tanggungan hutang konsumtif atau tidak. Jika iya maka segera lunasi hutang tersebut. Selanjutnya, menurut Pandji, diperlukan tabungan pada rekening yang terpisah dari rekening operasional bulanan. “Jumlahnya hingga minimal tiga kali pengeluaran bulanan dan kemudian nantinya dapat ditingkatkan menjadi enam kali,” jelas penulis buku “Make Your Own Plan” tersebut.

Dana darurat dapat digunakan jika kita menghadapi keperluan darurat. Namun, setelah digunakan segera isi kembali hingga nilai idealnya. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengandalkan tabungan bulanan atau menggunakan bonus tahunan atau semester dan THR untuk mengisi dana darurat tersebut.

Besaran Dana Darurat

Besaran Dana Darurat

Artikel ini pernah di muat di Majalah Intisari edisi Maret 2016

DANA DARURAT

Iklan

One thought on “Keluarga Aman dengan Dana Darurat

  1. Ping-balik: 5 Cara Bijak Menggunakan Pesangon – PERENCANAAN KEUANGAN – PERENCANA KEUANGAN – PANDJI HARSANTO

Komentar ditutup.