5 Cara Bijak Menggunakan Pesangon

PESANGON

Bijak Menggunakan Pesangon

 

Banyaknya berita tentang PHK di 2016 ini sangat memprihatinkan, diperkirakan hampir lebih dari 10ribu orang dirumahkan sampai dengan Maret 2016. Ditengah kenyamanan hidup dengan  pekerjaan penghasilan tetap, mendadak  kita harus siap manakala PHK itu datang.
Perusahaan yang melakukan PHK akan memberikan sejumlah uang kompensasi atau pesangon atas berakhirnya hubungan kerja tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pada saat terkena PHK, maka seseorang akan masuk dalam Fase Survival. Karena itu para Perencana Keuangan menekankan pentingnya dana darurat dan memanfaatkan dana pesangon sebaik mungkin.

Berikut hal yang perlu diperhatikan untuk mempersiapkan atau jika terkena PHK:

1. Hitung Pesangon yang diterima dan apakah Anda sudah memiliki dana darurat?

Inilah fungsi yang utama dana darurat, minimal besarnya dana darurat yang dimiliki adalah 6 kali pengeluaran bulanan. Pengeluaran bulanan yang dimaksud ini adalah termasuk cicilan utang. Jadi dana darurat ini yang mengkaver cicilan utang Anda sampai 6 bulan kedepan sampai mendapatkan penghasilan lagi. Bagi yang belum punya dana darurat sebaiknya sisihkan sebagian uang pesangon untuk dana darurat. Jangan lupa buatlah daftar kebutuhan dana jangka pendek yaitu kebutuhan yang kurang dari 1 tahun, yang sifatnya wajib, misalnya biaya masuk sekolah. Cek apakah kebutuhan tersebut telah disiapkan dananya. Jika belum, maka sisihkan dari uang pesangon tersebut.

2. Apakah masih ada utang konsumtif atau utang lain yang memberatkan?

Utang konsumtif dengan bunga tinggi akan menambah beban keuangan. Baiknya Anda lunasi semua utang konsumtif terutama kartu kredit. Jika uang pesangon tidak mencukupi untuk melunasi utang konsumtif seluruhnya, maka ajukan permohonan keringanan pembayaran atau restrukturisasi utang kepada pemberi utang. Jangan menambah utang konsumtif lagi. Untuk utang kartu kredit, segera hentikan pemakaiannya.

3. Ajak keluarga mengubah gaya hidup dan pola pengeluaran 

seluruh anggota keluarga harus bisa menahan diri untuk tidak konsumtif. Karena hal ini butuh kerjasama dari seluruh anggota keluarga, kepala keluarga harus melakukan komunikasi secara terbuka sehingga seluruh anggota keluarga paham.

Mulai cari pengeluaran yang nilainya diluar dari kewajaran.  Lakukan hanya pengeluaran yang penting bagi keluarga. Untuk menyiasatinya Anda bisa menggunakan 3 cara, yaitu pertama dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, kedua bisa dengan melakukan downgrade atau mengganti dengan substitusi misal jika biasa menggunakan alat transportasi roda empat bisa menggunakan roda dua. Ketiga bisa menghapus pengeluaran yang belum begitu penting misal TV kabel dan handphone anak.

4. Miliki Perlindungan Kesehatan dan Asuransi Jiwa Bagi pencari nafkah

Jika selama ini fasilitas kesehatan keluarga dilindungi dan dijamin oleh pemberi kerja, maka segeralah mencari pengganti fasilitas kesehatan tersebut, misalnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Sebab, datangnya sakit dapat terjadi setiap saat dan kita harus siap. Jika dana tersedia sangat terbatas, minimal milikilah JKN. Jika masih ada anggaran untuk membeli asuransi kesehatan swasta, minimal milikilah asuransi kesehatan murni dengan masa pertanggungan satu tahun.

Pada fase ini rawan apabila tiba-tiba pencari nafkah mengalami risiko meninggal dunia atau cacat tetap, maka ahli waris perlu uang pertanggungan yang memadai untuk dapat melanjutkan hidup. Cara paling sederhana menghitung besarnya uang pertanggungan minimal 60 kali penghasilan si pencari nafkah ditambah total utang pokok yang Anda miliki.

Jika dana pesangon sangat terbatas belilah asuransi jiwa berjangka (termlife insurance) dengan premi murah dan uang pertanggungan yang besar. Anda bisa menggunakan asuransi jiwa berjangka pendek dengan jangka satu tahun.

5. Cari pengganti penghasilan dan hati-hati terhadap investasi bodong

Pada saat menerima uang pesangon dalam jumlah besar, biasanya kita akan melihat peluang usaha untuk mendapatkan sumber penghasilan baru. Bisnis pada umumnya tidak bisa langsung memberikan keuntungan yang dapat kita gunakan sebagai pengganti gaji. Jika ingin melakukan usaha baru bisa usaha yang di bidang jasa yang modalnya minimum dan minimum risiko kerugiannya. Jangan mudah tergoda dengan tawaran berinvestasi pada bisnis yang menjanjikan hasil yang bombastis dalam waktu singkat, agar Anda tidak terjerat investasi bodong. Karena investasi seperti itu biasanya dibuka untuk ditutup artinya pemiliknya bisa saja kabur ataupun janji bagi hasil yang dijanjikan tidak kunjung datang.

Semoga dengan tips ini Anda menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang pesangon agar hidup Anda tetap terjamin.

BIJAK_MENGGUNAKAN_PESANGONBIJAK_MENGGUNAKAN_PESANGON

 

Iklan