Kesempatan Berinvestasi Saham

bursa-efek-indonesia

Bursa Efek Indonesia

Jika berbicara tentang saham, semua orang pasti mengenalnya tapi belum tentu memilikinya.. KENAPA?

Data menunjukan kurang dari 1% penduduk Indonesia yang memiliki produk pasar modal ini. Perbandingan investor asing dan investor domestik adalah 65% : 35%. Artinya, 65% deviden dan potensi capital gain dari ratusan perusahaan yang listing di BEI jadi milik investor asing. Sangat disayangkan potensi keuntungan saham yang luar biasa harus jadi milik investor asing. Melihat keuntungan dari saham rata-rata jangka panjang saja, jika dari Tahun 2000 IHSG ada di angka 470an dan saat ini di kisaran 5.400an maka rata-rata kenaikannya adalah sebesar 1.048,21% atau rata-rata compounding sebesar 16,4%. Artinya banyak yang belum mengerti bahwa saham dapat digunakan sebagai alat investasi yang bisa melawan laju inflasi.

Masih takut investasi saham?
Masih banyak orang yang takut untuk investasi saham. Investasi saham bukanlah masalah nyali atau judi, tapi sebelum investasi saham ada dua hal yang perlu diketahui. Pertama kenali dulu profil risiko Anda. Apakah risk tolerance Anda termasuk yang bisa menerima keutungan yang besar dengan risiko yang sepadan. Kedua sebagai pemula, Anda bisa mulai dari nominal yang kecil dulu, dan jangan lupa belajar terlebih dahulu. Dengan belajar, Anda akan meminimalkan risiko kerugian dan juga memaksimalkan keuntungan.
Katanya main saham itu bikin rugi jawabannya iya betul main saham memang bikin rugi hal itu karena anda memperlakukannya secara “main-main” dan tidak melakukan analisa terlebih dahulu. Hal yang berbeda jika anda sudah melakukan pengenalan terlebih dahulu dengan saham yang akan dibeli dan memperlakukannya sebagai investasi, sejatinya saham memberikan pengembalian yang luar biasa dibanding investasi lainnya seperti obligasi, emas ataupun properti. Rata-rata menyimpan saham blue chip dalam waktu 4 tahun saja kenaikannya compounding diatas 20% per tahun, semua itu bisa diakses melalui yahoo finance
Agar kita lebih penasaran kenapa saham layak dijadikan alat investasi, berikut beberapa alasannya:

Inflasi itu nyata
Siapa yang tidak merasakan inflasi? Semua orang merasakannya walaupun inflasi inti yang di umumkan pemerintah di bawah 10%, tapi kenyataan yang kita rasakan bisa di atas 10%. Contoh inflasi pendidikan yang besarnya diatas 15% per tahun. Untuk kuliah kedokteran di Universitas swasta saat ini saja butuh dana 630 juta atau 6,7 milyar 17 tahun dari sekarang.
Apakah masih takut berinvestasi di pasar modal? Sebenarnya yang perlu ditakuti adalah inflasi dan jika Anda tidak investasi, maka nilai uang akan tergerus karena inflasi. Untuk apa takut di saham yang justru memberikan returm yang menguntungkan, Dan jangan hanya mengandalkan investasi konvensional.

Bukan Sekedar Konsumen
Sebaiknya kita tidak hanya sebagai pengguna konsumtif yang hanya menggunakan produknya saja, namun Anda juga dapat sebagai pemilik perusahaannya dengan memiliki sahamnya. Mulai dari kapan Anda menggunakan produk dari Unilever, Indofood, perbankan (Mandiri, BRI, BCA, BTN), kendaraan dari group Astra atau telekomunikasi seperti Telkomsel, XL atau Indosat. Jika Anda sudah tahu bahwa produknya memang bagus begitu juga perusahaannya, kenapa Anda tidak miliki juga perusahaannya. Gunakan Produknya, Miliki Sahamnya.
Saham sebagai warisan
Jika kita sudah mengenal produk yang kita gunakan dan perusahaannya. Setidaknya jika Anda memiliki sahamnya untuk jangka panjang. Setidaknya setiap tahun selain nilai asset yang yang terus berkembang, Anda juga akan mendapatkan deviden dari saham yang Anda miliki, berpuluh tahun dari sekarang saham Anda pun dapat diwariskan kepada anak cucu Anda.

Tidak Butuh Modal Besar
Ada yang beranggapan untuk membeli saham butuh dana puluhan atau ratusan juta. Sebelumnya memang untuk membuka akun di perusahaan sekuritas butuh dana 25juta atau 50juta, untuk membeli 1 lot saham adalah 500 lembar. Namun saat ini untuk membuka akun bisa mulai dari 2 juta dan 1 lot saham pun sudah menjadi 100 lembar. Dengan begitu dengan kurang dari 1 juta Anda sudah dapat membeli saham blue chip (saham perusahaan besar dengan pendapatan yang stabil). Sebagai contoh harga saham TLKM (Telkom Indonesia) saat ini 4200 per lembar jadi jika beli 1 lot maka dana yang dibutuhkan hanya 420ribu (4.200 X 1 lot X100 lembar saham). Selain itu sebagai jangka panjang Anda pun bisa nabung saham. Dalam nabung saham memang hasilnya tidak akan terlihat dalam 1 atau 2 bulan, yang dibutuhkan adalah konsistensi dan kesabaran Anda bisa menyimpan dalam waktu tahunan bahkan hingga dekade. Jangan kaget jika saham Anda miliki harganya naik berkali-kali lipat.

Sebenarnya masih banyak alasan-alasan lain kenapa memilih saham sebagai alat investasi seperti Investasi yang tidak ribet, mudah di akses dengan smartphone, memaksakan diri untuk sehat keuangan.
Melihat potensi di Bursa Efek Indonesia, tidak heran bila para investor asing berinvestasi saham di pasar modal Indonesia. Dengan membeli saham di BEI berarti Anda juga memperkuat ekonomi dalam negeri dan tentunya mendapat hasil investasi yang luar biasa. Yuk, nabung saham sekarang supaya kita sejahtera bersama.

Happy Investing…

berinvestasi-saham-1

Kesempatan Berinvestasi Saham

kesempatan-berinvestasi-saham

Iklan