Kelebihan dan Kekurangan Deposito

deposito

Sebelum kita membahas tentang kelebihan dan kekurangan deposito, perlu kita ketahui ternyata literasi keuangan di Indonesia masih sangat rendah. Sampai dengan Oktober 2015 hanya 60 juta penduduk Indonesia yang memiliki rekening Bank. Artinya akses perbankan dan pengetahuan masyarakat tentang produk perbankan masih sangat kurang. Nah supaya kita tahu apa aja manfaat, kelebihan dan kekurangan deposito. Kita perlu tahu apa yang di sebut deposito?

Deposito adalah tabungan berjangka. Definisi deposito ialah rekening tabungan atau investasi di bank yang dijanjikan suku bunga tertentu kepada investor. Pada masa kurun waktu berakhirnya tabungan berjangka atau deposito berjangka ini investor dapat mencairkan dananya ditambah dengan bunga deposito. Biasanya suku Bunga deposito lebih tinggi dari suku bunga tabungan. Perbedaan nya kurang lebih bisa 3%. Deposito ini bisa dalam bentuk rupiah ataupun mata uang asing seperti dalam bentuk USD dollar.

Menurut Undang-undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan Indonesia “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”.

Sedangkan menurut wikipedia deposito atau yang sering juga disebut sebagai deposito berjangka, merupakan produk bank sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan persyaratan tertentu.

Berapa Jenis Deposito?

  1. Deposito Berjangka

Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang nasabah tidak dapat dicairkan. Deposito baru bisa dicairkan pada saat tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan, bahkan ada yang sampai dengan 24 bulan. Jika deposito tersebut dicairkan sebelum jangka waktu jatuh temponya maka akan di kenakan administrasi penalti.

Deposito berjangka ini ada juga yang sistemnya ARO (Automatic Roll Over)  dan Deposito Non Automatic Roll Over. Yang dimaksud Automatic Roll Over adalah deposito yang akan diperpanjang secara otomatis jika jangka waktunya telah habis namun belum dicairkan oleh investor. Sedangkan Deposito Non Automatic Roll Over adalah deposito tidak akan diperpanjang secara otomatis oleh Bank.

  1. Sertfifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperjualbelikan. Agar simpanan ini dapat diperjualbelikan dengan mudah maka penarikan pada saat jatuh tempo dapat dilakukan atas unjuk, sehingga siapapun yang memegang bukti simpanan tersebut dapat menguangkannya pada saat jatuh tempo.

Hal lain yang menjadi ciri dari sertifikat deposito adalah dalam hal pembayaran bunganya. Apabila deposito berjangka bunga dibayarkan setelah dana mengendap, maka bunga sertifikat deposito ini dibayarkan dimuka yaitu pada saat nasabah menempatkan dananya dalam bentuk deposito.

Sebagai contoh  misal sertifikat deposito dengan nominal 100 juta, dapat dibeli dengan nominal 95 juta.  setelah sertifikat jatuh tempo akan diterima kembali uang sebesar 100 juta. Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan kurang dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan.

  1. Deposito Syariah

Bagi mereka yang mementingkan pentingnya berkah dan bunga bank adalah riba, solusinya dapat menggunakan deposito syariah. JIka deposito pada bank konvensional menggunakan bunga maka pada deposito yang di jual di bank syariah menggunakan sistem bagi hasil. Pembagian keuntungan yang dikenal dengan istilah nisbah ini, besar nilainya juga tidak tetap. Besarnya nisbah pada deposito syariah bergantung pada keuntungan yang didapatkan bank dalam jangka waktu tertentu dan sesuai dengan keuntungan dari bank syariah tersebut.

Nah setelah kita tahu beberapa macam deposito maka kita dapat melihat apa saja kelebihan dan kekurangan deposito. Dalam hal ini pada akhirnya kita nanti akan melihat deposito lebih cocok untuk siapa dan pada kondisi apa?

Kelebihan Deposito

  1. Aman karena di jamin LPS

Sampai dengan nilai 2 milyar di salah satu bank maka deposito Anda di Bank tersebut aman dalam Lembaga Penjamin Simpanan / LPS (www.lps.go.id)  untuk lebih mudah nya adalah 3T Kriteria simpanan layak bayar adalah Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat Bunga Simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan dan Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Pada saat artikel ini ditulis Bunga deposito yang dijamin LPS di Bank Umum sebesar 6.25%.

  1. Imbal Hasil lebih Tinggi

Yang dimaksud disini adalah imbal hasil yang didapat adalah lebih tinggi di banding suku Bunga tabungan yang besarnya kurang dari 2%. Untuk nasabah dengan profil risiko konservatif yang cenderung tidak ingin kehilangan nilai pokoknya maka deposito adalah instrumen keuangan yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan.

  1. Nilai Nominal Tidak Berkurang

Deposito sangat tepat bagi Anda yang tidak ingin nilai pokoknya berkurang, sebagai contoh Anda sudah merencanakan tujuan keuangan 2 tahun lagi untuk persiapan kuliah anak Anda yang besarnya 300juta. Anda tidak ingin nilai tersebut berkurang maka langkah yang tepat adalah Anda bisa “parkir” terlebih dahulu dana tersebut di deposito, Karena di deposito tidak terdapat risiko penurunan nilai seperti instrument keuangan yang lain seperti emas, saham ataupun property.

  1. Cocok untuk jangka waktu Pendek

Untuk jangka waktu pendek, 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Sebagai tempat “parkir” sementara yang aman sebelum dana tersebut digunakan deposito sangat cocok digunakan selain karena selain nilainya tidak akan berkurang juga Anda tidak ada risiko kehilangan uang Anda.

  1. Dapat dijadikan sebagai Jaminan

Deposito dapat djadikan jaminan atau collateral untuk pembiayaan Anda. selain itu ada beberapa bank yang menyediakan fasilitas pembiayaan KPR  dengan menggunakan jaminan deposito maka utang pokok Anda akan berkurang.

Kekurangan Deposito

Jika tadi kita sudah membahas kelebihan deposito, maka apa saja kekurangan deposito

  1. Imbal hasil kecil

Yang dimaksud disini adalah karena tidak memiliki risiko maka wajar deposito imbal hasilnya lebih kecil dari instrumen keuangan yang lain seperti reksadana saham, saham ataupun property.

  1. Akses terbatas

Deposito selain yang hanya mencairkannya adalah si deposan (pemilik deposan), ada jangka waktu tertentu yang sudah dipilih deposan untuk mencairkan uangnya. Maka dari itu memang sangat sesuai untuk jangka waktu pendek, tapi jangan pernah untuk menggunakan deposito sebagai dana darurat karena deposito tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu.

  1. Kena Pajak

Dibanding dengan instrument keuangan yang lain yang sudah kena pajak di dalamnya seperti reksadana atau saham. Imbal hasil dari deposito terkena pajak sebesar 20%.

Untuk itu maka memang sebaiknya deposito digunakan sebagai instrumen keuangan jangka waktu 3 bulan sampai dengan 2 tahun. Untuk jangka waktu 3 tahun lebih dan untuk mengembangkan asset, Anda dapat menggunakan investasi.

Iklan