Merencanakan Pendidikan sejak Anak dalam Kandungan

Mempersiapkan Dana Pendidikan sejak dalam Kandungan

Merencanakan biaya pendidikan anak harus dimulai sedini mungkin. Bahkan ketika anak masih berada dalam kandungan, orang tua harus mulai memproyeksikan rencana kuliah si anak. Jika tidak direncanakan dengan baik, ekses terparah bisa jadi si anak batal kuliah di masa depan.

Menurut perencana keuangan sekaligus penulis buku ‘Make Your Own Plan!’ Perencanaan Keuangan Nggak Pake Ribet terbitan Elex Media Komputindo, Pandji Harsanto, perencanaan biaya pendidikan anak wajib dilakukan terutama karena satu alasan krusial: inflasi biaya pendidikan rata-rata jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan pendapatan. Baca lebih lanjut

Iklan

TANYA JAWAB PERENCANAAN DANA PENSIUN DI USIA MUDA

Ketika Pensiun Tiba…

Saatnya bersenang – senang!

“Usia kepala dua sudah mikirin dana pensiun? Ngapain amat. Kita, kan, belum niat berhenti kerja!“ Mungkin ini yang ada di benak kita ketika salah satu bank menawarkan program dana pensiun.

Eits, jangan salah. Justru mumpung masih muda, kita sangat dianjurkan untuk mecicil dana pensiun, tuh. Tanpa investasi matang, kita berisiko hidup pas-pasan di hari tua nanti.

Baca lebih lanjut

MERENCANAKAN KEUANGAN SEBELUM MENIKAH

Hello, My Wedding Day!

Menjelang momen penting ini tiba, nggak cuma mental dan fisik yang kudu disiapkan, tapi juga dana besar—duh!

Akhirnya saat yang kita tunggu-tunggu tiba: si dia siap berkomitmen dan resmi melamar! Namun belum sempat mewujudkan pesta pernikahan sesuai impian, kita tersadar kalau tabungan masih pas-pasan banget. Mau meminta ortu membiayai semua, kok, rasanya nggak enak banget.

Makanya, sebelum momen sakral yang bakal kita kenang seumur hidup itu berkurang euforianya karena masalah dana, kita kudu menyiapkannya dari sekarang. Jangan tunggu sampai si dia mengeluarkan kalimat sakti ‘Will you marry me?’ untuk mulai menabung, ah! Baca lebih lanjut

LOGAM MULIA

Harganya terus naik dan naik….

Kilau emas selalu tampak menggiurkan. Tapi biasanya, kita hanya familiar dengan emas dalam bentuk perhiasan. Padahal, nilai emas akan lebih tinggi dalam bentuk logam mulia, tuh. Kalau selama ini kita hanya terpikir untuk mengalokasikan pendapatan kita untuk berinvestasi dalam bentuk properti dan reksadana, nggak ada salahnya mulai beralih ke logam mulia (LM). Baca lebih lanjut

REDENOMINASI..??

Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah. Sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Hal yang sama tidak dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat menurun. Baca lebih lanjut

LOGAM MULIA SEBAGAI DANA PENDIDIKAN

Dear Sahabat,


Artikel ini saya dedikasikan untuk sahabat saya Bro Nv dan Mbak Ls. Kebetulan karena saya senang menulis tentang Logam Mulia (LM) dan bagaimana merencanakan tujuan keuangan dengan LM.

Sahabat kami ini sangat tertarik untuk merencanakan pendidikan anaknya yang baru lahir dengan LM.

Berikut sedikit percakapan kami:

Mbak Ls : Mas apa sih bedanya Logam Mulia dengan Emas perhiasan yang saya pakai ini ?
Pandji : Sebenernya sih sama-sama emas Mbak, Cuma bedanya kalo LM adalah emas batangan dengan standar kemurnian 24 karat atau 99,99% yang diproduksi dan diberi sertifikat oleh PT Antam Tbk. Pecahan yang di produksi Antam yaitu: 1gr; 2gr; 2,5gr; 3gr; 4gr; 5gr; 10gr; 25gr; 50gr; 100gr; 250gr; 1.000gr
Pandji : Sedangkan kalo emas perhiasan komposisinya bermacam-macam,contoh:1. Emas 22 Karat berkomposisi 91.7% emas dan 8.3% campuran bahan lain (perak)2. Emas 20 Karat berkomposisi 83.3% emas,3. Emas 18 Karat berkomposisi 75.0% emas,

4. Emas 16 Karat berkomposisi 66.6% emas,

5. Emas 14 Karat berkomposisi 58.5% emas, dan

6. Emas 9 Karat berkomposisi 37.5% emas.

Baca lebih lanjut

MERENCANAKAN DANA PENDIDIKAN ANAK DENGAN LOGAM MULIA

Seringkali ketika saya bertemu dengan rekan-rekan kerja atau komunitas suatu ada acara, saya selalu mendapat keluhan.

“Wah biaya pendidikan saat ini naiknya gila-gilaan ya..”
Ternyata bila kita sadari bahwa sejak tahun 90’an kenaikan biaya pendidikan di negara kita memang cukup tinggi.
Dari hasil survey saya lakukan untuk 3 tahun terakhir ini memang untuk biaya pendidikan swasta kenaikannya cukup tinggi. Kenaikan Uang Pangkal saja bisa sampai 15% per tahun, sedangkan kenaikan SPP bulanan bisa sampai 10% pertahun.

Baca lebih lanjut