KESALAHAN YANG BIASA DILAKUKAN NASABAH ASURANSI

Kesalahan yang biasa dilakukan oleh nasabah asuransi di Indonesia:

  1. Awam dan tidak paham terhadap polis yang sudah dibeli;
  2. Tidak meminta specimen polis sebelum membeli polis asuransi yang akan dibeli;
  3. Malas untuk membaca dan memahami hak dan kewajiban pemegang polis,

Sehingga pada waktu klaim sering mengalami kendala;

  1. Tidak kritis saat yang menawarkan sanak keluarga (mudah percaya);
  2. Kurang teliti dan cenderung ceroboh;
  3. Mudah sakit hati saat harapan kurang dari nilai aktual (khusus polis unit link);
  4. Senang untuk melihat gambar dan angka-angka ilustrasi (Unit link);
  5. Ingin praktis dan tidak mau repot, asuransi yang digabungkan dengan investasi

Perlu DI-INGAT yang Anda beli adalah Produk Asuransi bukan produk Investasi;

  1. Emosi seketika tidak meneliti perusahaan asuransi yang menjadi penanggung (langsung memutuskan untuk membeli);
  2. Tidak bisa dalam mencari data dan akses informasi mengenai asuransi apa yang sesungguhnya dibutuhkannya.

TIPS MEMBELI GADGET

kali ini saya ingin share mengenai tips bijaksana berbelanja gadget.

Minggu kemarin, sebuah pameran gadget terbesar di Jakarta baru saja diselenggarakan dengan sukses. Berbagai macam gadget elektronik dari Ponsel, Notebook, Tablet PC dan lainnya yang terbaru dan tercanggih,
berlomba  dipamerkan dan ditawarkan oleh para produsen dan distributor. Yang saya dengar dari teman-teman yang ke pergi sana,
pengunjungnya penuh sesak sampai-sampai sulit untuk berjalan. Ditambah dengan tawaran diskon maupun cicilan kartu kredit,
pengunjung “di manjakan” untuk memiliki gadget canggih ini yang dapat “disesuaikan” dengan kemampuan keuangan kita.

Baca lebih lanjut

GELAR PERENCANA KEUANGAN DI INDONESIA

Beberapa pendidikan formal profesi perencana keuangan baru ada di Indonesia sejak tahun 2002 antara lain adalah:

1. Financial Planner Association Indonesia (FPAI)

www.FPAIndonesia.org yang bekerjasama dengan :

Singapore College mengeluarkan gelar Chatered Financial Consultant (ChFC)

Financial Planning Standart Board (FPSB) mengeluarkan gelar Certified Financial Planner CFP® dan Registered Financial Planner RFP TM 

IAFP Global mengeluarkan Qualified Wealth Planner (QWP™) QWP TM

2. International Association of Registered Financial Consultants www.IARFC.org dengan perwakilannya di Indonesia (IARFC-Indonesia) www.IARFCIndonesia.com

Mengeluarkan gelar diantaranya:

Registered Financial Associate RFA®

Registered Islam Financial Associate RIFA®

Registered Financial Consultant RFC®

Semakin banyaknya gelar Perencana Keuangan Profesional, maka pilihan gelar perencana keuangan yang saat ini diakui di Indonesia dan diakui secara Internasional hanya ada 5 (lima) adalah RFA®, RIFA®, RFC®, ChFC dan CFP®

JASA PERENCANAAN KEUANGAN

Jasa Perencanaan Keuangan

    • Analisa Alur Dana (Komposisi Pemasukan dan Pengeluaran)
    • Perencanaan Dana Darurat
    • Analisa dan Perencanaan Asuransi
    • Perencanaan Dana Pendidikan
    • Perencanaan Dana Pensiun
    • Perencanaan Pembelian Aset
    • Perencanaan Waris / Wasiat
    • Perencanaan Pernikahan Anak atau pribadi
    • Perencanaan Keuangan Lainnya (Naik Haji, Liburan, dll)

Dengan pemeriksaan 7 rasio keuangan ideal:

  1. Liquidity Ratio
  2. Liquid Asset to Networth Ratio
  3. Solvency Ratio
  4. Debt Ratio
  5. Debt Service Ratio
  6. Investment Ratio
  7. Saving Ratio

PANDJI HARSANTO

email : pandji.harsanto@gmail.com

Nomor HP : 085697359500

Nomor Telephone : 02183211555

twitter : @pandjiharsanto

MENGHARGAI WAKTU

“Franklin’s Lesson on Time Value”.
Suatu ketika, ketika ada seorang pengunjung yang ingin membeli di toko bukunya di Philadelphia, namun tidak puas dengan harga buku yang disebutkan sang kasir. Ia pun ingin menemui sang pemilik toko.“Pak Franklin sedang sibuk di ruang pers” kata sang kasir. Tapi, sang pembeli yang sudah lama membolak balik isi buku terebut masih tetap ingin bertemu Franklin. Baca lebih lanjut

10 hal yang paling diinginkan anak dari orang tua mereka

Dear Parents….

Sebagai orang tua, kebanyakan dari kita lebih memperhatikan perilaku anak, dan bukannya perilaku kita sebagai orang tua. Tentu ini sesuatu yang tak adil bagi anak. Cobalah lihat diri Anda dari sudut pandang anak. Penelitian terhadap seratus ribu anak menunjukkan, ada 10 hal yang paling diinginkan anak dari
orang tua mereka:

1. Tidak bertengkar di hadapan mereka.

Anak selalu mencontoh tindakan orang tua. Apa jadinya jika setiap hari orang tua adu mulut di hadapan mereka?

2. Berlaku adil terhadap semua anak-anaknya.

Setiap anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Yang mereka butuhkan bukan perlakuan yang sama, melainkan perlakuan yang adil, sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Baca lebih lanjut